Walhi Tolak Rencana Reklamasi Pantai Manado Utara

Walhi Tolak Rencana Reklamasi Pantai Manado Utara

0
Walhi dan masyarakat bersatu tolak reklamasiTheodoron Runtuwene dan masyarakat tolak reklamasi pantai di Manado

wali-news.com, Manado – Program reklamasi yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendapatkan berbagai respon baik dari masyarakat, ormas, dan LSM. Dari berbagai macam respon itu pula, terdapat pihak yang menolak rencana reklamasi Pantai Manado Utara. Pihak yang menolak itu ialah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Melalui Direktur Walhi Sulut Theodoron Runtewene menyatakan bahwa Walhi mengencam dan menolak rencana reklamasi Pantai Manado Utara serta pantai sepanjang Malalayang.

Penolakan yang disampaikan Theo bukan tanpa sebab dan tiba – tiba muncul saja. Saat ini Walhi sedang menyusun peta bencana yang mana ada kaitannya dengan dampak lingkungan dari program reklamasi pantai di Manado. Rencana reklamasi yang dicanangkan oleh pemerintah tidak meninjau dahulu terkait lingkungan saat ini dan dampak yang terjadi akibat reklamasi pantai.

Selain itu pula, reklamasi membawa banyak permasalahan selain dampak lingkungan yang ditimbulkan. Theo menyatakan bahwa ada empat dampak akibat dari reklamasi pantai. Pertama, banjir bandang yang terjadi akibat dari reklamasi. Terkait banjir bandang, hal ini disebabkan bukan hanya permasalahan kesadaran masyarakat membuang sampah. Namun lebih kepada daerah resapan air di pegunungan yang sudah berkurang akibat pengalihan lahan dari hutan menjadi pemukiman.

“Pemerintah seharusnya melihat kerugiannya, hal ini dapat dilihat dari banjir bandang pada 16 Januari 2014” Ujar Theo saat diwawancarai sambil menikmati pemandangan di pinggir laut.

Kedua, berkurangnya akses nelayan untuk melaut. Theo mengeluarkan pertanyaan terkait, apabila reklamasi dilaksanakan, bagaimana akses nelayan untuk melaut dan menepi. Dalam hal ini, Theo menekankan bahwa pemerintah untuk mengkaji pula nasib dari nelayan – nelayan. Tidak hanya nelayan, reklamasi akan mengakibatkan pedagang – pedagang yang berjualan disekitaran pantai akan terusir. Hal ini pula perlu menjadi perhatian pemerintah menurut Theo.

Ketiga, pembuangan limbah dari bangun-bangun seperti di kawasan Boulevard. Theo menyatakan bahwa pembuangan limbah ke laut akan menyebabkan rusaknya lingkungan. Hal ini pula membuat berkurangnya biota laut.

Keempat, pemerintah seharusnya tidak menganggu bentangan alam yang sudah ada dikawasan pantai. Reklamasi tidak akan hanya berdampak rusaknya lingkungan kawasan pantai, namun juga akan berdampak pada pulau diseberang.

Selain itu pula, Theo menyatakan bahwa Walhi akan tetap menolak rencana reklamasi.

“Program pertumbuhan ekonomi Sulut penting, namun jangan mengorbankan hal yang bersifat jangka panjang” Ujarnya.

Theo juga menyarankan kepada pemerintah untuk memprogramkan kebijakan – kebijakan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat menengah ke bawah. (AR)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

DPD Partai Gelora Kota Bandarlampung Menggelar Acara Buka Puasa Bersama Fungsionaris Dan Anggota

wali-news.com, Bandar Lampung – Dihari ke 9 puasa