Wali Kota Minta Warga Tak Beri Ruang Gerak bagi Pengedar Narkoba

Wali Kota Minta Warga Tak Beri Ruang Gerak bagi Pengedar Narkoba

0
wali-news.com, Banda Aceh – Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Kota Banda Aceh semakin menurun. Warga kota juga diminta untuk tidak memberi ruang gerak sedikit pun bagi pengedar Narkoba sehingga Banda Aceh bisa benar-benar bebas dari Narkoba.
Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman saat membuka seminar dan talkshow anti Narkoba di Taman Seni dan Budaya Banda Aceh, Minggu (9/12/2018). Acara yang diikuti oleh ratusan pelajar, mahasiswa, pemuda desa itu digelar oleh forum Generasi Gemilang Anti Narkoba (Gergana) dan difasilitasi oleh Badan Kesbangpol Banda Aceh.
“Seiring dengan semakin gencarnya gerakan perang terhadap Narkoba yang kita kobarkan bersama, mulai dari deklarasi, sosialisasi hingga razia ke sekolah-sekolah, kini sesuai dengan data dari BNN; peredaran Narkoba mulai turun di Banda Aceh,” ungkap wali kota.
“Namun kita tak boleh lengah karena mereka (pengedar Narkoba) punya beragam modus untuk meracuni generasi muda. Awasi dengan ketat dan perlu peran aktif dari masyarakat untuk menghalau Narkoba. Mari kita persempit ruang gerak pengedar Narkoba. Jangan beri ruang sedikitpun bagi mereka agar Banda Aceh bisa benar-benar bebas dari Narkoba,” ungkapnya lagi.
Menurut wali kota, jalan utama agar terhindar dari Narkoba adalah dengan menguatkan keimanan dan membekali diri dengan pengetahuan yang cukup tentang bahaya Narkoba. “Kemudian jauhi pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan kita ke dalam pusaran Narkoba yang ujung-ujungnya akan menghancurkan masa depan.”
“Cara paling efektif lainnya supaya jauh dari Narkoba yakni dengan mengarahkan energi ke kegiatan-kegiatan positif. Bisa menekuni seni atau olahraga atau yang lainnya,” sambungnya.
Pada kesempatan itu, wali kota juga mengharapkan Gergana maupun organisasi kepemudaan lainnya untuk memberdayakan pemuda dalam bidang ekonomi kreatif.  “Misal pelatihan produk ekonomi kreatif agar pemuda bisa menghasilkan pendapatan dari karyanya. Bukan malah jualan Narkoba,” pesannya.
“Kumpulkan pemuda-pemuda kreatif, buat pameran bersama untuk memberi contoh atau motivasi kepada kawan-kawan yang lain.”
Terakhir, Aminullah meminta seluruh peserta untuk menjadi pengawal peredaran Narkoba di lingkungan masing-masing. “Begitu ada indikasi, segera laporkan ke pihak berwenang. Jangan didiamkan karena bisa saja nanti keluarga kita yang menjadi korban,” katanya seraya berharap seminar dimaksud dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi penting dalam upaya pemberantasan Narkoba.
Senada dengan wali kota, Ketua Umum Gergana Zidan Al-Hafidh menyebutkan, kegiatan yang digelar pihaknya ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat khususnya para pemuda terhadap penyalahgunaan dan peredaran Narkoba.
“Pemuda harus berada di garda terdepa dalam  perang terhadap Narkoba karena kita adalah aset negara, para penerus estafet kepemimpinan bangsa ke depan.”
“Dan sudah sepatutnya pemuda gampong menjadi benteng utama dalam menangkal peredaran Narkoba. Mari kita jaga diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat dari bahaya Narkoba.  Sejatinya setiap kita punya peran penting dalam perang terhadap Narkoba, termasuk melalui seminar dan talkshow yang kita gelar hari ini,” pungkasnya.
Mengusung tema “Bangun Pemuda yang Sehat, Semangat, dan Berintegritas tanpa Narkoba untuk Persatuan Bangsa”, acara yang turut dimeriahkan dengan penampilan dramatisasi puisi tersebut menghadirkan para narasumber dari unsur BNNK Banda Aceh, Dispora Banda Aceh, dan BKKBN Aceh.
Di antara tamu undangan terlihat hadir Kepala Badan Kesbangpol Banda Aceh Faisal, Kepala BNNK Banda Aceh Hasnanda Putra, dan Ketua TP-PKK Banda Aceh Nurmiaty AR, serta sejumlah pejabat lainnya. (red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kalangan Akademisi Dukung Perluasan Ibu Kota Provinsi Aceh

wali-news.com, Banda Aceh – Wacana perluasan Ibu Kota