​Diduga Ada Kecurangan Dalam Rekrutmen, Mahasiswa Desak Gubernur Copot Direktur RSUDZA

​Diduga Ada Kecurangan Dalam Rekrutmen, Mahasiswa Desak Gubernur Copot Direktur RSUDZA

0
Unjuk rasa Mahasiswa dan Pemuda Aceh Di Kantor Gubernur Aceh,Banda Aceh,Rabu (7/3)

wali-news, Banda Aceh – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa dan Pemuda Aceh melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (7/3). Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak Gubernur Aceh mencopot Direktur RSUDZA, yang diduga terdapat kecurangan dalam proses rekrutmen pegawai.
Koordinator Aksi, Azrul Rizky mengatakan bahwa kecurangan tersebut disebabkan hasil tes tersebut tidak bisa di download seperti pengumuman-pengumuman tenaga kerja lainnya.

“Sampai beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 5 Maret diketahui dari sebuah status facebook mengatakan bahwa ada terjadinya kejanggalan dalam proses perekrutan tersebut.Ada beberapa nama yang telah di screen shot di android yang temyata tidak lulus pada tahapan psikotes, namun bisa muncul namanya pada kelulusan tahap akhir. Hal ini kemudian menjadi tanda tanya besar ada permainan apa yang dimainkan oleh oknum panitia,” ujarnya.

Dikatakannya, direktur RSUDZA mengatakan bahwa kesalahan itu muncul karena diturunkannya nilai standar kelulusan untuk memberi kemudahan.

“Namun, jika itu alasannya, kenapa masih ada yang sebenarnya sudah lulus psikotes, tapi tidak lulus di tahap akhir? Yang jelas-jelas sudah ada nama di kelulusan psikotes saja dan nilainya sudah pasti lebih tinggi masih tidak lulus. Kenapa ada dua nama yang muncul seperti siluman tiba-tiba lulus tahap akhir. Penjelasan direktur dirasa makin menambah kebingungan tentang tenaga kontrak ini,” tambahnya.

Menurutnya, para peserta merasa bahwa dalam tes kali ini tidak ada sedikitpun keadilan, malah sikap nepotisme sangat menonjol. Bahkan, pada malam Senin, 5 Maret 2017, sistem untuk melihat hasil pengumuman kelulusan psikotes sudah tidak bisa dibuka.

“Tiba-tiba tanggal 6 Maret 2017 sudah bisa dibuka kembali. Apakah maksud dan tujuatmya. Kita belum tau. Sangat disayangkan, para peserta berasal dari seluruh Aceh pergi dengan harapan mendapatkan kepercayaan malah dicurangi dengan hal-hal seperti ini. Jika hal ini terus berlanjut, kepercayaan masyarakat kepada sistem pemerintahan sudah tidak ada lagi,” tegasnya.

Kedatangan mahasiswa ini disambut langsung oleh Kabiro Humas Pemerintah Aceh Frans Delian dan berjanji menampung aspirasi mahasiswa tersebut.

“Berhubung pak gubernur sedang berhalangan menjumpai,karena ada urusan kantor juga,kami akan menampung dan melaporkan pernyataan ini kepada gubernur,” ujarnya kepada mahasiswa.

Selesai berorasi, mahasiswa berencana melaporkan kecurangan perekrutan tenaga kontrak di RSUDZA Aceh kepada Ombudsman perwakilan Aceh.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

WALHI Aceh Desak DLHK Audit Lingkungan PT. PIM

Wali-news, Banda Aceh- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)