​Direktur RSUDZA: Tidak Ada Permainan Dalam Rekrutmen Tenaga Kontrak

​Direktur RSUDZA: Tidak Ada Permainan Dalam Rekrutmen Tenaga Kontrak

0
Pihak RSUDZA Melakukan Klarifikasi Dengan Komisi VI DPR Aceh Terkait Isu Kecurangan Rekrutmen Tenaga Kontrak RSUDZA Di Ruang Rapat Komisi VI DPR Aceh,Banda Aceh,Rabu (7/3)

wali-news, Banda Aceh – Menanggapi laporan masyarakat tentang adanya kecurangan proses rekrutmen Tenaga Kontrak di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin(RSUDZA) Banda Aceh,Komisi VI DPR Aceh memanggil Direktur RSUDZA,untuk mengklarifikasi hal tersebut di Ruang Rapat Komisi VI DPR Aceh,Banda Aceh,Rabu (8/3)
Dalam pertemuan yang digelar tertutup itu, pengklasifikasian tersebut di pimpin langsung oleh ketua komisi VI DPR Aceh Iskandar Daod,turut hadir dari pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Aceh,yang di pimpin oleh direktur RSUDZA  Fachrul Jamal.

Ketua komisi VI DPR Aceh Iskandar Daod mengatakan bahwa dari pertemuan tersebut  diperoleh keterangan bahwa tidak ada kecurangan,hanya ada perubahan kebijakan yang memprioritaskan tenaga bakti di rumah sakit tersebut.

“Setelah melakukan pertemuan dengan pihak RSUDZA,bahwa  polemik rekrutmen tenaga kontrak yang dianggap ada permainan adalah tidak benar.Hanya saja dikarenakan di rumah sakit ini sudah ada tenaga bakti, sehingga mereka berupaya untuk meloloskan tenaga bakti sebagai tenaga kontrak,” ujarnya kepada wartawan seusai pertemuan tersebut.

Dia menegaskan bahwa kalau ada pihak yang dapat membuktikan dalam rekrutmen tenaga non pns ini ada permainan atau peserta siluman maka pihaknya akan menindak lanjuti.

“Ternyata ada perubahan kebijakan di tengah jalan yang di lakukan pihak rumah sakit,bukan permainan seperti yang dituduhkan,tapi kalau memang ada yang bisa membuktikan ada permainan silahkan dibuktikan,” tegasnya.

Direktur RSUDZA Fachrul Jamal juga menampik tuduhan tersebut, menurut nya mereka berusaha supaya tenaga bakti yang selama ini bekerja tanpa dibayar untuk melayani masyarakat Aceh dapat lulus menjadi tenaga kontrak.

“Kita hanya berusaha membantu tenaga bakti dengan cara menjadikan nya tenaga kontrak,dan jika ada penyelewengan atau orang dalam bermain kita akan tindak dan usut,kita juga tidak melakukan kutipan uang dari mereka yang bakti ini,sebagai mana yang dituduhkan,” jelasnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

MAA Aceh Gelar Musyawarah Besar

Wali-news, Banda Aceh – Lembaga Majelis Adat Aceh