Akademisi Unaya Minta Pemerintah di Aceh Jemput Bola untuk Pendataan dan Sertifikasi Harta Wakaf

Akademisi Unaya Minta Pemerintah di Aceh Jemput Bola untuk Pendataan dan Sertifikasi Harta Wakaf

0

Akademisi Universitas Abulyatama (Unaya) Iqbal, ST.,MT meminta Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Aceh untuk turun langsung melakukan pendataan dan setifikasi tanah wakaf

Hal itu disampaikan Iqbal dalam keterangannya kepada media ini pada Senin (10/1/2022) menanggapi adanya MoU antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan Kementerian Agama dan lembaga keagamaan, lembaga sosial dan perseorangan lainnya untuk membantu Kementerian ATR/BPN terkait pendataan dan setifikasi tanah wakaf

Menurut Iqbal, saat ini sangat banyak harta wakaf teutama tanah dan gedung yang peruntukannya tak lagi sesuai dengan tujuan awal dari wakaf tersebut seperti dipinjam pakaikan kepada pihak lain ataupun beralih fungsi

Kondisi tersebut, menurut Iqbal, akan berpotensi disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu yang jika terus dibiarkan pada akhirnya hilang atau berpindah tangan sehingga bisa menyebabkan kerugian bagi penerima wakaf

“Jadi saya mengusulkan khususnya Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal Aceh atau dinas terkait lainnya untuk mendata setiap tanah atau bangunan wakaf”. Ujar Iqbal

Dorongan agar Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota untuk jemput bola tersebut bukan tanpa alasan, menurutnya jika Pemerintah menunggu dari masyarakat atau Pemerintah Gampong untuk mengurus sertikat harta wakaf secara mandiri maka prosesnya bisa sangat lama, sehingga target sertifikasi dan pendataan harta wakaf tersebut tidak bisa berjalan maksimal

Hal itu terjadi salah satunya karena tidak semua masyarakat atau Pemerintah Gampong paham tahapan yang harus dilalui, belum lagi akan muncul konflik kepentingan, timbulnya upaya-upaya penarikan kembali harta wakaf oleh ahli waris yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya konflik sosial dikalangan masyarakat

“Pemerintah juga harus menjaga keamanan dan kenyaman bagi warganya, sudah sepantasnya pemerintah dari tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di Aceh melakukan pendataan langsung ke lapangan sehingga semua tanah wakaf tersebut bisa segera di sertifikasi”. Ujar Iqbal

Dengan adanya upaya jemput bola tersebut, jelas Iqbal, selain upaya sertifikasi dan pendataan harta wakaf bisa dilakukan sesuai dengan target juga bisa meminimalisir terjadinya konflik sosial diantara masyarakat itu sendiri. [MM]

Editor : Muslim

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Poster Bencana Melanda, Rakyat Sengsara Gubernur Kemana? Bertebaran di Kota Banda Aceh

Wali-News.com, Banda Aceh– Sejumlah spanduk berisi sindiran dan