Aliansi Mahasiswa UVRI di Pengadilan Negeri Makassar

Aliansi Mahasiswa UVRI di Pengadilan Negeri Makassar

0

Walinews.com, Makassar – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UVRI Makassar melakukan aksi didepan kantor Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Kamis (5/12/19).

Polemik yang berkepanjangan mengenai asset kampus antara yayasan perguruan tinggi karya darma makassar yang diketuai oleh Halija Nur Tindri dengan yayasan perguruan tinggi karya darma makassar Dkk yang diketuai oleh H. Andi Rahman, S.sos, Masih terus bergulir sampai hari ini.

Dalam aksinya puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi ini menyuarakan aspirasi tentang lambatnya proses dan tindakan Pihak Pengadilan Negeri (PN) Makassar untuk mengawal proses eksekusi kampus Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) berdasarkan amar putusan MA No. 1324k/pdt/2019.

“Sebagai mahasiswa kami menuntut pihak-pihak yang terkait agar kiranya melakukan proses hukum secara cepat, tepat dan tidak merugikan,” kata mad Ilham selaku jenlap aksi.

“ketua Pengadilan Negeri Makassar selaku penentu kebijakan agar secepatnya mengeluarkan jadwal eksekusi, apalagi setelah dilakukannya aanmaning I yang dimana seharusnya jadwal eksekusi dikeluarkan paling lambat 8 hari kerja setelah aanmaning dilakukan,” tegasnya.

Dalam aksinya kali ini demonstran ditemui oleh perwakilan Pengadilan negeri makassar bidang humas yaitu Doddy Hendrasakti S.H dan Sibali.

“Ada mekanisme yang harus dilalui tidak bisa langsung bertemu dengan kepala Pengadilan. Semua aspirasi mahasiswa akan teruskan kepada kepala PN dan akan dibuatkan jadwal audience. Belum dikeluarkannya jadwal eksekusi dikarenakan pihak termohon melakukan PK dengan prinsip kehati-hatian,” kata Sabili perwakilan PN makassar.

Adapun yang menjadi tuntutan Aliansi Mahasiswa UVRI Makassar, yaitu :
1. Ketua pengadilan negeri makassar sekiranya mempercepat proses eksekusi sebagaimana yang diinginkan oleh putusan Mahkama Agung No. 1324 K/pdt/2019
2. Ketua pengadilan negeri makassar menolak segala eksepsi yang tidak rasional sebab hanya ingin mengulur ulur waktu
3. Ketua pengadilan negeri makassar segera menjadwalkan eksekusi selambat-lambatnya 8 hari kerja dimulai sejak aksi ini
4. Ketua pengadilan negeri makassar tetap pada semboyan PN makassar yaitu SIPAKATAU
5. Seluruh eleman yang terkait harus propesional dalam menegakkan keadilan dan tetap independent agar tidak ada maladministrasi.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dukungan Terhadap Balon Kepala Desa Abdul Rahman

Dukungan Terus Mengalir, Dukung Abd.Rahman. S.Sos pada Pilkades