Anomali dan Dilema Produksi Geteh Pinus di Gayo Lues

Anomali dan Dilema Produksi Geteh Pinus di Gayo Lues

0

Gayo Lues merupakan daerah yang didominasi oleh kawasan hutan, dan hal ini sudah terkenal seluruh Indonesia. karena di dalam hutan Gayo Lues terdapat kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Selain TNGL, di Gayo Lues juga terdapat hutan pinus yang tumbuh secara alami dengan perkiraan luas 64.294,17 ha.

Getah pinus, merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang jika dikelola mempunyai produk dengan nama Gondorukem. Gondorukem dan turunannya banyak digunakan di industri mulai dari industri lem, kertas, coating, tinta, ban kendaraan, batik hingga industri makanan dan farmasi.

Jika dikelola dengan baik, maka dapat diperkirakan hutan pinus Gayo Lues sudah lebih dari cukup untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Gayo Lues.

Namun fakta dilapangan tidak sesuai dengan harapan yang disampaikan, yang terjadi malah monopoli harga, di Gayo Lues terhadap penjualan getah pinus, dinilai menjadi faktor utama tidak terpenuhinya kesejahteraan para petani getah pinus.

Di Gayo Lues, hingga saat ini hanya terdapat satu perusahaan yang melakukan pengelolaan terhadap getah pinus. Meskipun dalam waktu dekat akan ada beberapa perusahaan lagi yang berdiri untuk pengelolaan getah pinus. Berdiri sendirinya perusahaan tersebut sangat berdampak terhadap persaingan harga getah pinus di Kabupaten Gayo Lues dimana terjadi praktek monopoli harga.

Hal ini menyebabkan mayoritas petani getah pinus tidak puas dengan harga yang diberikan oleh pihak perusahaan.

Selain itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues dinilai tidak mampu hadir dalam memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah penentuan harga getah di Gayo Lues. Adanya Instruksi Gubernur (InGUb) Aceh Nomor 3 Tahun 2020 tentang moratorium penjualan getah pinus ke luar daerah semakin mempersempit ruang gerak petani getah pinus untuk menentukan daerah pemasaran getah pinus tersebut.

Berdasarkan update terbaru, harga getah pinus saat ini per kilogram di Gayo Lues yaitu Rp 13.000 – Rp 13.500, sedangkan jika dibandingkan dengan perusahaan di Sumatera Utara harga getah pinus mencapai Rp 16.800/Kilogram.

Dengan perbedaan harga yang sangat kontras tersebut, tentu pihak petani merasa sangat dirugikan dengan ketentuan harga di Gayo Lues dan edaran InGub No. 3 Tahun 2020.

Selain perbedaan harga yang sangat kontras, sulitnya birokrasi penjualan getah menjadi faktor lain yang menghambat pertumbuhan ekonomi para petani getah pinus. Petani getah pinus tidak bisa menjual langsung hasil panennya sendiri apabila tidak melalui perantara atau mitra dari perusahaan.

Tentu peraturan tersebut sangat merugikan petani getah pinus. Jika dibandingkan dengan sistem penjualan kelapa sawit ataupun getah karet, sistem penjualan getah pinus di Aceh sangatlah rumit. Penjualan kelapa sawit maupun getah karet, petani dibebaskan melakukan penjualan apakah itu melalui toke (pengepul) ataupun menjual langsung hasil panen ke perusahaan.

Perbedaan harga yang sangat kontras dan rumitnya birokrasi penjualan getah pinus menjadi faktor petani getah pinus di Gayo Lues nekat menjual hasil panen getah pinusnya secara illegal ke Sumatera Utara. Tentu masyarakat dalam hal ini petani getah pinus tidak sepenuhnya salah apabila menjual hasil panennya secara illegal ke Sumatera Utara. Dorongan ekonomi yang mendesak menjadi suatu alasan realistis untuk menjual getah pinus ke tempat yang mampu membayar lebih hasil panen getah pinus tersebut.

Adanya penangkapan yang dilakukan oleh pihak berwajib terhadap peredaran getah pinus di Gayo Lues dinilai sangat memberatkan para petani getah pinus. Jika ingin menerapkan aturan, maka penerapan aturan tersebut diharapkan tidak dilihat dari hanya satu aspek melainkan harus mempertimbangkan aspek lainnya khususnya kesejahteraan petani getah. Jika hal tersebut bisa berjalan, maka dapat dipastikan akan terjadi Simbiosis Mutualisme antara Pemerintahan, pihak perusahaan dan Petani Getah Pinus dari hasil penjualan getah pinus tersebut.(*)

Penulis : Chairan Manggeng/ Pimred Wali-News.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Disdik Aceh dan Kemendikbud Ristek Gelar Bimtek E-Pembelajaran Berbasis TV dan Suara Edukasi

Wali-news.com, Banda Aceh – Pada saat ini teknologi