Bangunan Mulai Usang, Terminal Tipe A Meulaboh Belum Juga Di Fungsikan

Bangunan Mulai Usang, Terminal Tipe A Meulaboh Belum Juga Di Fungsikan

0

wali-news.com, Meulaboh – Terminal tipe A Meulaboh yang terletak di Gampong Ujung Tanjung, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Terlihat sangat memprihatikan dan tampak terbengkalai tak terawat.

Bangunan yang memakan biaya Rp 25,8 miliar. Namun sejak dibangun tahun 2009 samapi 2014, belum juga memiliki kejelasan kapan akan difungsikan dan mulai beroperasi.

Sejak keluarnya Undang-undang (UU) Pemerintah Daerah tahun 2014 sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat karena bertipe A. Sedangkan terminal bertipe C pengelolaanya menjadi kewenangan kabupaten dan tipe B kewenangan provinsi.

Dinas Perhubungan, dan Telekomunikasi (Dishubtel) Aceh Barat, Tarfin kepada wali-news.com, Rabu (19/6/19), mengatakan, terminal tipe A ini dibangun pada 2009 di bawah pengawasan Satuan Kerja Pengembangan Lalulintas Angkutan Jalan Raya (Satker Pengembangan LLAJ). Pembangunannya menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) senilai 25,8 miliar.

Menurutnya, bangunan terminal itu masih menjadi milik pemerintah pusat sepenuhnya. Pemkab Aceh Barat hanya diberi kewenangan operasional sesuai dengan berita acara serahterima operasional (BASTO) dari Satker Pengembangan LLAJ yang diterima pada tahun 2015 lalu.

Dikatakannya, Dishubtel Aceh Barat belum bisa memfungsikan terminal itu karena akses jalan menuju terminal masih sempit sehingga tidak bisa dilintasi bus berbadan lebar.

“Terkait terminal itu sudah menjadi wewenang kementerian, kita di daerah hanya ditugaskan untuk melakukan pembebasan tanah selebar 25 meter, panjang 1,2 Km untuk pembangunan jalan akses menuju ke sana, wewenang penuhnya ada sama pihak Kementerian Perhubungan,” kata Tarfin

Selain itu, Raswid warga desa setempat menyampaikan harapan agar terminal itu segera difungsikan supaya perekonomian masyarakat di daerah itu dapat meningkat.

“Harapan kami dari masyarakat segera difungsikan. agar daerah bisa menjadi maju, karena bangunan tersebut telah menghabiskan dana puluhan miliar, sayang kalau tidak dimanfaatkan, ” Ucap raswid

Menurut Raswid, pemerintah kabupaten Aceh Barat segera mengambil kebijakan untuk melakukan upaya perluasan badan jalan dan pembebasan tanah.

“Tujuannya untuk pembangunan perluasan jalan, sehingga terminal dapat segera di fungsikan, dan bangunan yang sudah ada tidak rusak sia-sia karena termakan waktu,” tuturnya. (OS)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Alami Lumpuh, Nurdin Warga Butuh Cot Jurumudi Arongan Lambalek Butuh Perhatian

wali-news.com, Meulaboh – Sejak jatuh sakit, kondisi Nurdin