Banjir Rob Di Meulaboh Ancam Permukiman Warga

Banjir Rob Di Meulaboh Ancam Permukiman Warga

0

wali-news.com, Meulaboh – Banjir rob yang melanda beberapa desa di Kabupaten Aceh Barat menyebabkan kerusakan tanggul pengaman di sepanjang bibir pantai daerah tersebut. Gelombang pasang fenomena bulan purnama juga menyebabkan timbunan pasir pada badan jalan.

Keuchik Desa Pasir Irfan Gunawan, kepada wali-news.com, Minggu (21/7/19). Mengatakan kerusakan tanggul penahan ombak yang membentengi bibir pantai desa itu tidak mampu menahan hantaman gelombang pasang.

“Rusaknya tanggul akibat bibir pantai terus alami abrasi, apalagi tengah terjadi fenomena pasang purnama tentu memicu limpahan air laut,”ujar Irfan.

Menurutnya, fungsi tanggul tersebut sebenarnya hanya sebagai penahan pasir dari arus ombak agar tidak menimbun badan jalan desa dan mencegah air laut agar tidak memasuki permukiman warga, namun karena derasnya gelombang menyusul peristiwa pasang purnama akhirnya dengan mudah merusak tanggul cincin itu.

“Saat ini, limpahan air laut belum mengalir ke permukiman warga. Kita rencananya mau melakukan gotong royong bersama membuat penahan sementara dengan menggunakan pasir pada titik kerusakan,”jelasnya.

Dikatakannya, bahwa banjir rob tersebut setiap tahun terjadi ketika pasang bulan purnama, namun untuk tahun ini sudah terjadi sepuluh kali dan ini yang terparah dari yang sebelumnya, karena tanggul penahan ombak sudah rusah parah. Sehingga pasir sangat mudah dibawa ombak dan menutup badan jalan.

Zakir warga Suak ribe mengatakan, banjir rob yang terjadi di desanya tidak hanya merusak tanggul dan menutup badan jalan, sejumlah cafe yang berada disepanjang bibir pantai juga terkena luapan gelombang.

“Banjir rop juga memasuki perumahan warga dan sejumlah kafe yang berada di sepanjang bibir pantai di kawasan Desa Suak Ribee, Meulaboh, juga ikut terkena luapan gelombang pasang. Akibatnya, kafe yang biasanya dikunjungi oleh warga lokal dan wisatawan tersebut untuk sementara tidak melayani pengunjung.” Jelasnya.

Keuchik Desa Suak Indrapuri, Rosni mengakui dampak pasang purnama ini telah membuat badan Jalan Diponegoro desa setempat tertimbun pasir. Sebab tanggul pemecah ombak di bibir pantai sudah mengalami kerusakan akibat abrasi. Selain itu, hal yang sama juga dialami Desa Pasir, Ujong Kalak dan Suak Ribe.

“Beberapa hari lalu, jalan tersebut sama sekali tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat khususnya. Tetapi, hari ini telah ditangani pemerintah dengan menggunakan alat berat untuk membersihkan meterial pasir,”ungkapnya.

Selain pembersihan, pihak BPBA bersama BPBD juga tengah melakukan pembuatan penahan ombak bersifat sementara dengan menimbun pasir di seputaran bibir pantai, khususnya area berdampak pasang purnama.

Kepala BPBA Provinsi Aceh, Teuku Ahmad Dadek menyampaikan dalam penanganan sementara BPBA telah menerjunkan satu unit alat berat ke Kabupaten Aceh Barat untuk membantu membersihkan tumpukan pasir yang menutupi badan jalan sekaligus membuat pengaman sementara dengan menumpuk pasir pada pinggiran pantai.

“Kita juga akan menyumplai karung goni kepada desa terkait, agar dipergunakan mereka untuk membuat tanggul sementara dengan menggunakan dana desa,”kata Ahmad Dadek di Meulaboh. (OS)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Alami Lumpuh, Nurdin Warga Butuh Cot Jurumudi Arongan Lambalek Butuh Perhatian

wali-news.com, Meulaboh – Sejak jatuh sakit, kondisi Nurdin