Covid-19 Dalam Perspektif Malthusian

Covid-19 Dalam Perspektif Malthusian

1

Penulis: Dody Tri Ahmadi*

Dalam 2 tahun terakhir, Dunia sibuk dengan Covid 19. Virus yang lahir di Wuhan Cina ini, sudah banyak merenggut nyawa warga dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri nyawa yang sudah direnggut oleh Covid 19 ini sangat tinnggi. Dari data instagram kementrian kesehatan republik Indonesia yaitu berjumah 51.992 jiwa yang meninggal dan akan terus bertambah setiap harinya jika virus covid 19 ini tidak kurun hilang dari dunia ini. Dalam pandangan kesehatan dan ekonomi, Covid 19 sangat merugikan. Virus ini cukup melahirkan kekacauan yang sangat luar biasa. Baik secara medis maupun perekonomian. Virus yang masuk Indonesia 14 Februari 2020, ini berhasil merobohkan tatanan lama, khususnya dalam dunia pendidikan.

Terlepas dari dampak kerugian yang dialami, terdapat sisi positif yang patut diperhatikan akibat Covid 19. Salah satunya, bagi kondisi demografi Indonesia. Diakui atau tidak , Covid 19 lah , yang mampu menjadi virus yang dapat mengurangi jumlah penduduk yang terus meningkat tanpa kendali. Dalam hal tersebut  terdapat perspektif teori Malthus yang sangat cocok  dan dikaitkan dalam pandemi covid 19 ini.

Teori tersebut dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus yang dimana perspektif teori malthus tersebut yakni bahan makan  adalah sangat pentingterhadap kehidupan manusia dan juga nafsu yang dimilki manusia tidak dapat ditahan . Dan juga dalam teori ini pertumbuhan dari penduduk tersebut sangat jauh lebih cepat daripada bahan makanan tersebut. Yang dimana pada suatu saat akan terjjadi adanya sebuah perbedaan yang sangat besar yaitu antar penduduk dan kebutuha hidup manusia. Dalam perspektif teori malthus ini dimana jumlah penduduk tersebut cendurung adanya peningkatan secara geometris ( deret ukur ) dan juga kebutuhan hidup manusia tersebut yang sangat meningkat sevara arismatik ( deret hitung ).

Dalam perspektif teori ini faktor yag dapat mencegah da mengurnagi adanya kegoncangan dan andanya kepincangan terhadap adanya penduduk dan amnsua yaitu dengan preventive check yaitu diman faktor yan dapat menghambat sejumlah peningkatan kelahiran yang dimana dinamakan moral restraint. Dan faktor yang kedua yaitu positive cheacks yang dimana faktor yang menyebabkan peningktakan sebuah peningktan kematian.

Kasus posiitif virus covid 19 setiap bulanya sangat meningkat, hal itu membuat pemerintah Indonesia berfikir kembali untuk mengatasi penyebaran yang sangat cepat ini. Oleh karena itu pemerintah mengerualkan kebijakan PSBB atau bisa disebut pembatasan sosial berskala besar. Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk mengatasi laju peningkatan penyebaran dari virus covid 19 tersebut.

Dalam kebijakan tersebut penduduk di wilayah tesebut harus melakukan semua kegitan dari pekerjaan dan pembelajaran dalam media online. Kebijakan tersebut juga diharuskan berbagai warung makan harus tutup pada waktu yang sudah ditentukan. Selain itu juga pabrik pabrik yang berdad di wilayah tersebut diharuskan untuk tutup sementara sampai waktu yang di tentukan. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi penularan virus covid 19 , akan tetapi berbanding terbalik sesuai fakta karena ekonomi negara kita harus menurun.

Hal tersebut terjadi karena kebijakan PSBB mematasi sosial masyarakat dan berdampak terhadap pekerjaan yang tidak bisa dilakukan secara online seperti buruh dan lain lain. Oleh karena itu terjadi PHK massal dari perusahaan pabrik tersebut , karena lemahnya permintaan pasar disebabkan adanya kebijakan PSBB tersebut. Banyak pabrik pabrik di Indonesia ini gulung tikar atau bangkrut karena tidak adanya pemasukan pada saat kebijakan PSBB dilakukan saat pandemi virus covid 19 ini.

Menurunnya sektor ekonomi dikarenakan kebijakan PSBB yang dilakukan untuk mencegah penularan virus covid 19 ini pemerintah Indonesia membuat kebijakan baru untuk  meningkatkan kembali di dalam sektor ekonomi tersebut. Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan New Normal untuk meningkatkan kembali dalam sektor ekonomi tersebut.

Kebijakan new normal bisa disebut kehidupan baru pada saat pandemi ini , yakni penduduk di Indonesia dapat bekerja secara normal kembali akan tetapi harus mematuhi protokol kesehatan. Penduduk yang ingin keluar rumah dan bekerja diharuskan mematuhi 3 M yakni memakai masker , mencuci tangan , dan menjaga jarak. Selain itu penduduk yang hendak keluar dari rumah diharuskan membawa disinfektan yang digunakan ke tangan.

Selain itu juga untuk meningktkan sektor ekonomi pabrik pabrik yang berada di wilayah tersebut diperbolehkan memproduksi kemabali, akan tetapi harus adanya pemabatasan karyawan dan selalu mematuhi proktokol kesehatan secara ketat setiap harinya. Dan dalam kegiatan belajar mengajar di kebijakan new normal ini dibatasi jumlah siswa yang melakukan bertattap muka setiap harinya dan juga harus memamtuhi protokol kesehatan yang ada

Selain dari sektor ekonomi yang sangat menurun , angka kematian yang sangat tinggi disebabkan penyebaran virus covid 19 ini dari awal tahun 2020 sampai sekarang. Bahkan di negara lain angka kematian disebabkan virus covid 19 ini melebihi dari ngera kita sendiri seperti India yang dimana pada saat saat ini di negara tersebut mengalami puncak pandemi dan tingkat kematian yang tinggi tiap harinya. 

Jumlah kematian penduduk Indonesia dari awal pandemi virus covid 19 ini sampai sekarang yaitu berjumlah 50.404 jiwa yang meninggal. Peningkatan kematian tersebut terjadi di tahun 2020, akan tetapi dalam tahun 2021 ini peningkatan kematian virus covid 19 sudah menurun dikarenakan  vaksin yang ada dapat mencegah pasien posisitf menuju kematian. Secara tidak langsung virus covid 19 ini mengurangi pertumbuhan penduduk di negara Indonesia ini bahkan negara luar. Dikarenakan kematian ini laju  pertumbuhan penduduk akan menurun dan  terjadi keseimbangan penduduk di Indoensia ini. .

Terdapat teori kependudukan yang  berisi tetang pembatasan pertumbuhan penduduk. Teori tersebut yakni aliran Mathusian dari seorang tokoh yang bernama Thomas Robert Malthus. Dalam teori ini di jelaskan tentang sangat pentingnya dari keseimbangan pertambahan jumlah penduduk yang ada seperti menurut deret ukur dan juga persediaan bahan makanan yangada meneurut deret hitung. 

Dalam teori ini dijelaskan juga membahasa tentang daya dukung lingkungan dan juga daya tampung lingkungan. Seperti tanah, merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan dimana dalam tanah tersebut kita dapat menanam kebutuhan bahan makanan dan lain lainnya. Akan tetapi tanah tersebut tidak berjalan semsetinya pada saat ini dikarenakan pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi sehingga berakibat beban terhadap tanah untuk menyediakan hasil pertanian untuk bahan makanan.

Thomas Robert Malthus berpendapat tentang penduduk yaitu seperti tumbuhan dan binatang apabila tidak adanya pembatasan akan adanya berkembang biak dengan cara yang cepat dan lambat laun akan memenuhi beberapa tempat yang ada di permukaan bumi ini. Oleh karen itu harus adanya pemabatasan pertumbuhan penduduk agar terjadi keseimbangan tersebut

Daalm teori ini yang menarik adanya faktor yang dapat mencegah dari ketidakseimabangn penduduak dan manusia yaitu Preventive checks  yang terdiri dari penundaan perkawinan , mengendalikan hawa nafsu ,  pantangan kawin , penguguran kandungan , dan  homo seksual . Selain itu juga ada Possitive checks yang terdiri dari bunuh anak – anak , bunuh orang cacat , bunuh orang tua , bencana alam , wabah penyakit , kejahatan , kekurangan makanan  , dan peperangan . Kedua hal tersebut adalah hal yang akan mengahamat adanya pertamabahan penduduk di negara ini yang dimana pandmei covid 19 termasuk dalam kedua hal tersebut

Jika teori tersebut dikaitkan dengan pandemi covid 19  ini, virus tersebut termasuk dalam wabah penyakit atau bisa disebut epidemi. Dikarenakan wabah penyakit covid 19 ini secara tidak langsung jumalh penduduk di Indoensia mengalami pengurangan dan juga peningkatan jumlah penduduk menurun saat pandemi covid 19 . Oleh karena itu terjadi keseimbang penduduk di Indoensia ini dikarenakan virus covid 19 tersebut yang menurut teori aliran Malthusian termasuk dalam upaya dalam pembatasan pertumbuhan penduduk . Dan dapat kitahui wabah penyakit atau epidemi ini yang terjadi pada saat ini sangat ampuh dalam membatasi pertumbuhan di Indonesia sendiri .

Dapat kita ketahui Indoensia menduduki lima besar jumlah penduduk di dunia dikarenakan peninkatan jumlah penduduk tersebut , akan tetapi dua tahun ini pembatasan pertumbuhan terjadi karena virus covid 19 yang menyerang negara Indonesia yang mengakibatkan pertumbuhan penduduk menurun dan berbanding terbalik diaman sebelum covid 19 ini datang . Oleh karena itu ita harus membatasi pertumbuhan penduduk agar tanah yang ada dalam permukaan bumi ini lebih efektif kegunaannya dikarenakan pertumbuhan penduduk yang tidak tinggi. Karena jika tanha tidak berjalan dengan efektif  , hal negaitif akan berdampak terhadap diri kita sendiri .

Tentu saja kematian yang penyebabnya oleh pandemi covid 19 ini yang berlangsung sudah 2 tahun sama sekali sangat tidak diharapkan oleh kita semua. Yang dimana harus adanya kesadaran dan juga kepedualian dari kita semua untuk mencegah adanya korban berjatuhan kembali dan bertambah diarenakan covid 19 ini. Dan juga korban jiwa dikarenakan covid 19 ini tidak hanya oreng dewasa saja dan orang tuan yan sudah lama menikmati hidupnya di dunia ini , melainkan juga bayi anak – anak dan  yang dimana masih belum lama kehidupan di dunia ini dan juga membutuhkan sebuah lingkunagn yang harus sehat untuk pertumbuahn dan perkembangan tubuhnya.

Oleh karena itu dari kita sendiri harus menanamkan pentingnya menjaga kesehatan dalam pandemi covid – 19 ini . Yang dimana kita sebagai warga negara harus menaati peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintahan Indoensia ini . Yaitu dati bentuk sosial dan physical distancing yang dimana peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah Indoensia untuk memutus rantai penyebaran vrisu covid – 19 ini dan tidak akan menimbulkan korban jiwa lagi . Dan juga kita sendiri harus menjaga kebersihan lingkungan kita sendiri dan jugakebersihan diri seperti mandi dengan bersih dan cuci tangan setelah keluar dari rumah dengan tidak lupa menggunakan masker agar tidak terjangkit dari virus covid – 19 tersebut.

Selain itu juga dari pihak pemeritah Indonesia juga harus membenahi jajarannya dikarenakan dalam dua tahun ini masih banayk masalah dari korupsi dana bantuan sosial dan yang lainnya. Oleh karena itu pemeritnah Indonesia harus memerbaiki jajarannya agar tidak terulang lagi dan juga akan membuat kenyakinan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat yang berdampak positif  dalam mematuhi protokol kesehatan yang ada karena masyarakat sudah percaya terhadap pemeritnah dan akan mengikuti peraturan yang ada.

*Penulis merupakan Mahasiswa Prodi Sosiologi Fisib Universitas Trunojoyo Madura

Facebook Comments

1 Comment

  1. Arifkrnawn

    mantapp.. Sangat membantu dan pemberian informasi sangat menarik penyusunan dan penggunaan kalimatnya juga bagus👍

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

DPC Permahi Babel Gelar Majelis Ilmu Bahas Amandemen Konstitusi

Pangkalpinang, Wali-News.com — Kamis  (16/9) kemarin, Dewan Pimpinan