Deklarasi Damai Polda Sulsel dengan OKP Papua, Ormas Islam, dan Organsasi Kemahasiswaan

Deklarasi Damai Polda Sulsel dengan OKP Papua, Ormas Islam, dan Organsasi Kemahasiswaan

0
Deklarasi Anak Bangsa di Kota Makassar

wali-news.com, Makassar –  Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan menggelar Dialog Publik bertajuk “Momentum Tahun Baru Islam 1441 H sebagai Refleksi Membangun Harmonisasi Hubungan Sesama Anak Bangsa”  di Warkop Country Coffee Resto, Kota Makassar, pada Sabtu (24/08/2019).

Tujuan kegiatan ini dilakukan yaitu untuk menjaga harmonisasi pasca sejumlah fenomena yang terjadi akhir-akhirini di Indonesia yang menyangkut tindakan yang dialami mahasiswa Papua.

Dialog tersebut menghadirkan empat narasumber, yakni Perwakilan Polda Sulawesi Selatan AKBP Darwis, S.H. M.H., Ketua Dewan Penasihat Wilayah GP Ansor Sulsel Habib Syekh H Rahim Assegaf Puang Makka, Ketua Dewan Instruktur PW GP Ansor Sulsel H. Muhammad Tonang, serta Dosen Fakultas Syariah UIN Alauddin Makassar Dr. Zulhas’ari Mustofa, S.Ag. M.Ag.

Di akhir acara, dilakukan pembacaan ‘Deklarasi Anak Bangsa’ atau dapat disebut sebagai Deklarasi Damai yang dibacakan oleh perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) Papua.

Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan naskah deklarasi oleh perwakilan peserta, yaitu perwakilan dari PC PMII Makassar, PC PMII Gowa, PMII Cabang Metro Makassar, OKP Fakfak, OKP Papua, BEM UNM, GP Ansor Gowa, GP Ansor Makassar, KNPI Sulsel, Gusdurian Makassar, dan Ikatan Pemuda Muhammadiyah.

Berikut merupakan isi Deklarasi Anak Bangsa:

“Kami Pemuda Sulawesi Selatan Bersama Ulama, Akademisi, dan Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dengan ini mendeklarasikan :

  1. Memasuki tahun baru islam sebagai momentum menata diri dan kelembagaan akan pentingnya Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi.
  2. Menjadikan tahun baru islam sebagai langkah awal memperkuat hubungan sesama anak bangsa tanpa melihat suku agama ras dan antar golongan.
  3. Kasus Papua yang terjadi beberapa hari yang lalu, merupakan pelajaran bagi kita semua sesama anak bangsa agar senantiasa memperkuat silaturrahmi dan kerja sama.
  4. Menghimbau semua pihak agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoax yang berakibat melakukan tindakan radikal dan bertentangan dengan norma agama dan hukum negara.
  5. Mendorong Pemerintah untuk memperkuat dan meningkatkan pembinaan kepada generasi muda khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai dan pengamalan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia.
  6. Sesama anak bangsa berkomitmen untuk menjaga harmonisasi dan kerukunan dalam bingkai NKRI.”

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

INDONESIA NEGARA PENCEMAR LAUTAN NOMER 2, SAATNYA KURANGI PEMAKAIAN PLASTIK

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck