Demo Tolak Omnibus Law : Ribuan Mahasiswa Aceh Akhirnya Membubarkan Diri Setelah Menyampaikan 6 Point Tuntutan

Demo Tolak Omnibus Law : Ribuan Mahasiswa Aceh Akhirnya Membubarkan Diri Setelah Menyampaikan 6 Point Tuntutan

0

Wali-news, Banda Aceh – Akhirnya Ribuan Mahasiswa yang berdemo di Halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh berangsur membubarkan diri setelah mereka menyampaikan 6 point tuntutan kepada anggota legeslatif Aceh.

Koordinator lapangan, Rezka Kurniawan mengatakan, ada 6 tuntutan utama yang disampaikan mahasiswa dalam aksi hari ini. Mereka menginginkan tuntutan itu diteken anggota DPRA, dan harus diteruskan ke Presiden RI serta DPR RI.  Dalam tuntutannya, mahasiswa Aceh mendesak Presiden RI untuk mengeluarkan Perpu pembatalan terhadap pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja, ujarnya

“Kami meminta DPRA dan DPR RI untuk menyatakan sikap penolakan dengan menandatangani petisi, serta mendukung presiden untuk mengeluarkan Perpu pencabutan pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja sebagai representasi dari masyarakat Aceh,” kata Reza Kurniawan saat di wawancarai. Kamis (08/10/2020).

Berikut tuntutan dari mahasiswa yang di serahkan ke DPR Aceh:

  1. Mendesak presiden untuk mengeluarkan Perpu pembatalan/pencabutam terhadap pengesahan UU Omnibus Law cipta kerja.
  2. Mendesak DPRA dan DPR RI untuk menyatakan sikap penolakan dengan menandatangani petisi penolakan, serta mendukung ke presiden untuk mengeluarkan Perpu pembatalan/pencabutan terhadap pengesahan UU Omnibus Lew Cipta kerja sebagai representasi dari masyarakat Aceh.
  3. Mendesak DPRA untuk menjaga kedudakan Aceh sebagai daerah keistimewaan atau daerah yang memiliki otonomi khusus yang berlandaskan undang-udang pemerintahan Aceh (UUPA).
  4. Mendesak permintaan maaf dari anggota dewan dapil Aceh yang merupakan bagian dari fraksi-fraksi partai yang mendukung pengesahan UU Omnibus Law Ciptaker.
  5. Mendesak pemerintah dalam hal ini DPR RI untuk meminta maaf kepada masyarakat Indonesia terhadap pengesahan UU Omnibus Law Ciptaker yang telah disahkan.
  6. Mendesak dan meminta DPR RI untuk mengindahkan aspek transparansi, aspirasi dan partisipasi publik terhadap proses pembentukan peraturan perundang-undangan Omnibus Law Ciptaker ini.

Kemudian, mahasiswa Aceh juga meminta DPRA menjaga kedudukan Aceh sebagai daerah keistimewaan yang memiliki otonomi khusus dengan landasan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

“Kami juga mendesak permintaan maaf dari anggota dewan dapil Aceh yang merupakan bagian dari fraksi-fraksi partai yang mendukung pengesahan UU Omnibus Law Ciptaker,” ungkap Rezka. 

mahasiswa Aceh ini disambut empat anggota legislatif Aceh yakni Badan Sahidi (PKS), Fuadri (PAN), Nora Idah Nita dan T Ibrahim (Demokrat). Kemudian, mereka semua ikut menekan petitum yang disodorkan mahasiswa tersebut. (Dar)

Editor : Chairan Manggeng

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Gelapkan Uang Penjualan Mobil Titipan, Pemilik showroom Duta Mobil di Ciduk Polisi

Wali-news, Banda Aceh – Kepolisian Daerah Aceh, Jumat