Digeledah Dan Kedapatan Ada Sabu, Warga Aceh Besar Diciduk Polisi

Digeledah Dan Kedapatan Ada Sabu, Warga Aceh Besar Diciduk Polisi

0

wali-news.com, Banda Aceh – Personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, menangkap MI (28) wiraswasta, warga Neuhen, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar dari sebuah rumah kontrakan di gampong Pineung, Kec. Syahkuala, kota Banda Aceh, pada Selasa (21/2), karena diduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

‎”Personel mendapat informasi dari masyarakat, bahwa di sebuah rumah kontrakan di Gampon Pineung, Banda Aceh ada seorang pria diduga menyalahgunakan narkotika jenis sabu,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin, melalui Kasat Resnarkoba, Kompol Syafran, Selasa (7/2).

Syafran melanjutkan, atas informasi tersebut, personel langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti dari tersangka berupa, satu bungkus plastik yang di dalamnya terdapat kristal bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat 0,22 gram, satu kotak ‎rokok sampoerna yang di dalamnya terdapat satu kaca pirek, dua potong pipet warna putih dan saru celana blue merk Hugo.

“Kemudian tersangka dan ‎barang bukti tersebut langsung diamankan dan di bawa ke Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh untuk dilakukan penyelidikan selanjutnya,” ujar Kompol Syafran.

Dia menyebutkan, setelah diintrogasi terhadap tersangka, MI mengaku memperoleh narkotika jenis sabu tersebut dari saudara insial E (30) dengan cara dibeli seharga ‎Rp. 250 ribu rupiah dan mengakui jika barang bukti tersebut dibeli untuk digunakan sendiri. 

“Barang bukti yang ditemukan oleh personel ‎tersebut, merupakan sisa dari narkotika jenis sabu yang digunakan tersangka MI, sedangkan tersangka berikutnya E (30) masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang merupakan warga gampong Simpang Surabaya, Lueng Bata, kota Banda Aceh” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka MI dijerat pasal 112 ayat 1 huruf a, undang-undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp. 800 juta rupiah, paling banyak Rp. 8 milyar rupiah. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

MAA Aceh Gelar Musyawarah Besar

Wali-news, Banda Aceh – Lembaga Majelis Adat Aceh