Diserang Virus, Petambak Udang Vaname Percepat Panen

Diserang Virus, Petambak Udang Vaname Percepat Panen

0
Pekerja memasukkan udang vaname yang baru dipanen di ke dalam keranjang di Kawasan Budidaya di Gampong Alue Naga, Banda Aceh. Photo: Wali-news/Win

Wali-News, Banda Aceh – Sejumlah petambak di Gampong Alue Naga Kecamatan Syiahkuala Banda Aceh merugi ratusan juta, akibat tambak budidaya udang vaname mereka diserang virus. Petani panen lebih awal untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar.

“Kita tidak mungkin lagi menunggu panen sesuai waktu, karena virus ini menyerang pencernaan udang sehingga pertumbuhannya tidak akan maksimal meski diberi makan,” Kata Sayed Munawir kepada Wali-news, Kamis (04/06-2020).

Menurut Sayed, panen lebih awal merupakan solusi terakhir yang harus ditempuh jika tidak ingin mengalami kerugian lebih besar. Meski demikian, keputusan itu akan berdampak pada menurunnya hasil panen karena ukuran udang yang dipanen masih berukuran kecil.

“Merujuk pada masa ideal pemeliharaannya sebenarnya membutuhkan waktu 90 hingga 120 hari. Tapi ini baru berusia 41 hari,” kata Sayed.

Tenaga teknisi memeriksa kondisi udang vaname yang dipanen lebih awal akibat terserang penyakit. Photo: Wali-news/Win

Lebih lanjut kata Sayed, meski kini telah menjadi primadona, sejumlah tantangan dihadapi petambak Udang Vaname di Kawasan Alu Naga. Selain serangan penyakit, kerugian fisik serta finansial yang dirasakan juga akibat cuaca ekstrem.

“Ini kali ketiga saya mengalami kerugian. Pertama akibat cuaca ektrem dan dikali kedua akibat diserang penyakit. Kondisi yang sama juga dirasakan pemilik tambak lain didaerah ini,”ungkap Sayed.

Sayed menambahkan penyakit early mortality syndrome (EMS), dan acute hepatopancreatic necrosis disease atau AHPND merupakan penyakit yang kerap menyerang budidaya udang dikawasan tersebut. Kualitas serta kuantitas produksi udang akan menurun bila tempat budidaya terserang penyakit tersebut.

Pekerja memperlihatkan udang vaname berusia 41 hari yang terpaksa dipanen akibat terserang penyakit. Photo: Wali-news/Win

“Dalam kondisi normal, biasannya sampai panen akhir selama 120 itu sampai 10 Ton. Karena kita ada sistem parsial atau lebih dikenal panen pancung. Untuk panen kali ini kita tidak tahu estimasinnya tapi perkiraannya hanya 1 ton,” ungkap Sayed.

Sayed berharap dinas terkait turut memperhatikan kondisi petani tambak dikawasan tersebut sehingga kasus serupa tidak terulanga dikemudian. Pasalnya lanjut Sayed, budidaya udang Vaname juga telah menjadi primadona di Aceh.

“Sektor ini juga menyerap tenaga kerja yang banyak jadi tentu sangat membantu pemerintah khusunya Aceh dalam mengatasi banyaknnya pengangguran apalagi dalam kondisi Pandemi Corona. Setidaknya ada semacam sosialisasi tentang kiat atau upaya pencegahan agar produksi udang vaname di Aceh juga terus meningkat,” tutup Sayed. (Win)

Editor: Arman

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Cegah Penyebaran Covid-19, Jaksa Kejari Aceh Besar Turun ke Jalan

Wali-news, Aceh Besar – Sejumlah jaksa dari Kejaksaan