DPC Permahi Babel Gelar Majelis Ilmu Bahas Amandemen Konstitusi

DPC Permahi Babel Gelar Majelis Ilmu Bahas Amandemen Konstitusi

0
Webinar DPC Permahi Babel (Ist.)

Pangkalpinang, Wali-News.com — Kamis  (16/9) kemarin, Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukim Indonesia Bangka belitung (DPC PERMAHI BABEL) Mengadakan webinar nasional “SUDAH TEPATKAH SAAT INI DILAKUKAN AMANDEMEN KONSTITUSI Ke-V UUD NRI 1945”. Ketua pelaksana kegiatan ini yakni Yudha Kurniawan berujar bahwa urgensi webinar tersebut bertujuan untuk menjalin silahturahmi antara negarawan, akademisi, mahasiswa dan masyarakat sehingga terjadilah suatu majelis ilmu sebagai suatu forum diskusi kritis dan komprehensif guna terwujudnya kecerdasan kehidupan bangsa dalam memandang segenap kebijakan yang akan dilahirkan oleh pemerintah.

Webinar disambut dengan hangat dan meriah oleh para para peserta. Terlebih lagi oleh Ketua DPC PERMAHI BABEL, Faiz Fauzan yang ikut memberi sambutan sekaligus membuka acara webinar tersebut.

Webinar tersebut mengundang Guru Besar Ilmu Hukum Indonesia Di Universitas Indonesia yaitu PROF. DR.Yusril Ihza Mahendra., S.H.,M.SC Sebagai Keynote speaker webinar tersebut.

Beliau berkata ” Mengenai amandemen konstitusi terdapat pada pasal 37 Undang-Undang Dasar NRI 1945 yang mana apabila terdapat pengusulan amandemen maka harus dipastikan mengenai pasal yang ingin dirubah tersebut harus jelas alasannya mengapa pasal itu harus dirubah”

Selain itu webinar ini juga mengundang narasumber lain yang sangar luar biasa.

Narasumber pertama, Ir.Rudianto Tjen selaku Anggota DPR-RI dapil Bangka belitung yang berkesempatan berbagi ilmu tentang “amandemen keniscayaan politik untuk terus dapat dipraktikkan dalam pemerintah dan negara untuk mengatasi ancaman inregrasi dan sebagaimana untuk kecapaian pemerintah yang adil dan bijaksana”.

Kedua, Rahmat Robuwan., S.H.,M.H selaku akademisi FH UBB dan Legislater drafter yang memberi sedikit penjelasan bahwa ” Urgensi amandemen di masa pendemi harus lebih diperhatikan karena mengingat kondisi negara kita pada saat ini mengamandemenkan konstituai bukanla suatu hal yang cepat”.

Kemudian webinar dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab antara peserta dengan narasumber yang mana dalam acara tersebut terjadi dialog interaktif dengan peserta dengan keynote speker dan para narasumber, sehingga didapatkan kesimpulan bahwa amandemen adalah sesuatu keniscayaan berdasarkan konfigurasi politik yang ada namun harus jelas maksud dan tujuan adanya amandemen tersebut, dan hendaknya para pemangku kebijakan dapat fokus dalam menghadapi masalah yang ada saat ini yakni permasalahan covid-19 yang masih belum usai. (Jp/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Resmi Dilantik, Pengurus dan Paralegal LBH KUBI Berkomitmen Tingkatkan Layanan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat Miskin

Pangkalpinang, Wali-News.com – Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Untuk