DPD IMM BABEL Minta Pemerintah Bersikap Lebih Konkrit Dalam Menjawab Kritikan

DPD IMM BABEL Minta Pemerintah Bersikap Lebih Konkrit Dalam Menjawab Kritikan

0
Ketua Umum DPD IMM Babel Aldy Kurniawan (Ist.)

Pangkalpinang, Wali-News.com – Polemik terkait kritikan “The King of Lip Service” yang disuarakan oleh BEM Universitas Indonesia (UI) turut ditanggapi oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Babel.

“Sebagaimana fungsi strategis mahasiswa yaitu sebagai agent of control & mitra kritis pemerintah, dalam konteks kritikan tersebut saya rasa sah-sah saja. Apalagi dalam realitas kita sebagai negara demokrasi,” tegas Ketua Umum DPD IMM Babel Aldy Kurniawan.

Adapun terkait sikap Rektorat UI yang kemudian memanggil BEM UI untuk mengklarifikasi “The King of Lip Service”, menurut Aldy itu merupakan hal yang wajar.

“Pemanggilan tersebut bagi saya sebetulnya bagian dari reaksi saja, selagi pemanggilannya tidak melemahkan gerakan mahasiswa tidak masalah,” ujar Aldy

“Namun demikian, apabila pemanggilan tersebut bertujuan untuk melemahkan pergerakan mahasiswa tentu menjadi catatan buruk bagi para pimpinan di rektorat UI,” tambah Aldy.

Di sisi lain, Aldy mengapresiasi sikap Presiden Jokowi dalam menanggapi kritikan “The King of Lip Service” yang ditujukan kepadanya.

“Menurut saya hal tersebut merupakan reaksi yang sangat negarawan dari Bapak Jokowi,” ujar Aldy.

Namun demikian, Aldy meminta agar pemerintah lebih serius dan memberikan sikap yang lebih konkrit dalam menjawab setiap kritikan yang ada. Termasuk, kritikan terkait “The King of Lip Service”.

“Jika kritikan yang ada selama ini benar adanya, maka Presiden harus negarawan juga untuk merubah sikapnya sebagai Kepala Negara dan Pemerintahan. Karena tidak ada salahnya untuk memperbaiki sikap jika berdampak besar bagi orang banyak,” tutup Aldy. (Jp/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

DPC Permahi Babel Gelar Majelis Ilmu Bahas Amandemen Konstitusi

Pangkalpinang, Wali-News.com — Kamis  (16/9) kemarin, Dewan Pimpinan