Fatmawati : Keberadaan Indomaret Mengurangi Eksistensi Ritel Pedagang Kelontong Tradisional

Fatmawati : Keberadaan Indomaret Mengurangi Eksistensi Ritel Pedagang Kelontong Tradisional

0

wali-news.com, Meulaboh – Salah satu mahasiswi Prodoli Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Teuku Umar, melakukan penelitian tentang keberadaan indomaret di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat dapat mematikan usaha kecil atau pedagang kelontong tradisional.

Hasil penelitian tersebut telah dipaparkan oleh Fatmawati pada saat sidang Skripsi di ruang akademik Fakultas FISIP UTU, Senin (27/5/19).

Fatmawati salah satu mahasiswi yang mendapat Beasiswa Bidikmisi di Universitas Teuku Umar (UTU) telah menyelesaikan Sidang Skripsinya dan mampu sangat baik.
Dalam sidang yang diketuai Dr Mursyidin, MA dengan anggota penguji Nila Trisna, SH, MH, Vellayati Hajar, MA, dan Fadhil Ilhamsyah, M.Si tersebut, Fatmawati mendapatkan nilai A dengan IPK (3.8).

Fatmawati melakukan Penelitian tentang: Implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No.70/M-Dag/Per/12/2013 Terhadap Keberadaan Indomaret di Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat.

Penelitian ini ingin melihat keberadaan indomaret di kota Meulaboh dan dampak keberadaan indomaret terhadap keberlangsungan eksistensi ritel tradisional atau toko kelontong di kota Meulaboh.

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi peraturan Menteri perdagangan RI No. 70 Tahun 2013 tentang pedoman penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat pembelanjaan dan toko moderen yang dilaksanakan oleh Pemda Aceh Barat belum sepenuhnya berjalan dengan efektif karena belum adanya kebijakan turunan yang mengatur terkait pendirian pasar modren seperti indomaret.

Menurut Fatmawati keberadaan di Meulaboh berdampak positif dari segi Pemasukan PAD untuk Aceh Barat dan mendapat kemudahan berbenlaja lebih mudah dan efektif bagi pelanggan.

Namun, Kata Fatma, dampak negatif terjadi kepada pedangan kecil tradisional atau toko kelontong dapat mematikan usaha pedagang di pasar tradisional terhadap pergesaran kebiasaan konsumen dan mengalami penurunan dari segi pendapatan yang mereka dapatkan.
“Hal ini dikarenakan terjadi pergesaran kebiasaan konsumen dan penurunan pendapatan pedagang tradisional,” ujar Fatma.

Penelitian yang dilakukan Fatmawati pun memdapat apresiasi dari tim penguji dan langsung memberikannya nilai terbaik.

Ia mendapat apresiasi dari tim penilai karena mampu mempertahankan skripsinya. Fatwamati merupakan seorang mahasiswi Yatim Piatu, merupakan anak korban tsunami 14 tahun yang lalu, Ibu, ayah dan adiknya yang berumur 6 bulan sebagai syuhada, selama ini dia tinggal bersama neneknya.

Terimakasih kepada pembimbing Dr. Mursyidin dan Ibu Vella juga terima kasih kepada bapak ibu penguji sehingga saya dapat menyelesaikan kuliah dan sidang skripsi dengan baik.

“Dan juga berterimakasih kepada Pemerintah Melalui UTU telah memberikan Beasiswa Program Bidikmisi kepada saya,”ungkapnya sambil menahan haru.

Dalam pengarahan terakhir Ketua Penguji Dr. Mursyidin, MA, menyampaikan bahwa Fatmawati adalah seorang mahasiswi cerdas punya potensi masa depan yang cerah dan mengharapkan Fatmawati dapat melanjutkan Kuliah pada peringkat S2 dan S3 melalui program beasiswa LPDP Bidikmisi. Ucap Dr. Mursyidin, MA yang juga Warek 3 UTU. (OS)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Disdik Aceh dan Kemendikbud Ristek Gelar Bimtek E-Pembelajaran Berbasis TV dan Suara Edukasi

Wali-news.com, Banda Aceh – Pada saat ini teknologi