Fenomena “Nuthuk Rego” atau Memukul Harga yang Perlu diketahui Bagi Pelancong dan Pecinta Wisata Kuliner

Fenomena “Nuthuk Rego” atau Memukul Harga yang Perlu diketahui Bagi Pelancong dan Pecinta Wisata Kuliner

0
Ilustrasi Warung Makan (Ist.)

Penulis : Elfana Primastya*

Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman wisata kuliner. Sebagian besar makanan yang dijajakan merupakan makanan lokal dan memiliki ciri khas dari masing masing daerah, hal ini menjadi kemudahan tersendiri bagi para pelancong yang ingin beristirahat dan mencari kuliner yang bisa dijadikan pengisi perut yang kelaparan setelah menikmati perjalanan yang memang cukup menguras tenaga.

Selain itu pelancong juga bisa menjadikan jajanan maupun makanan yang diperoleh sebagai buah tangan setelah berwisata maupun pulang kampung dan memang menjadi kebiasaan sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membawa oleh oleh yang didapat juga untuk menjenguk keluarga, teman dan mungkin pasangan yang sedang sakit. Akses mendapatkan makanan di Indonesia sangat mudah hal ini karena sebagian besar penjual makanan tersebar di pinggir jalan raya dan kini semakin dipermudah dengan aplikasi pesan antar makanan.

Disisi lain kemudahan yang didapatkan oleh pembeli kuliner terdapat beberapa permasalahan yang kadang menghantui sebagian pembeli dan yang santer terdengar dalam media massa dan sebetulnya sering terjadi pada masyarakat yaitu “nuthuk rego” atau memukul harga. Sudah menjadi rahasia umum jika ada beberapa penjual yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga sesuka hati tanpa memberikan daftar harga ke pembeli, sehingga banyak pembeli yang kecewa lantaran tidak wajar.

Budaya memukul harga memiliki banyak sekali alasan seperti pembeli yang sepi membuat pedagang bingung mengembalikan modal dengan menaikkan harga, kebiasaan dan pernah mengalami hal yang serupa sehingga secara sadar sifat yang kurang tepat dan justu merugikan ini mereka internalisasi sedangkan Internalisasi sendiri menurut koentjaraningrat (2003, hal. 142) adalah proses yang berlangsung Sepanjang hidup individu itu mulai saat ia dilahirkan sampai akhir hayatnya. Sepanjang hayatnya seorang individu terus belajar untuk mengolah segala perasaan hasrat nafsu dan emosi yang kemudian membentuk kepribadiannya.

Menurut pengalaman dari penulis yang kebetulan adalah pecinta kuliner dan sosialisasi dari sesama pecinta kuliner maupun pedagang angkringan, ternyata ada beberapa alasan pedagang menaikkan harga secara tidak wajar. Di antaranya melihat kendaraan dari pembeli hal ini memang seringkali terjadi pada pembelian makanan berupa buah, maupun jajanan dipinggir jalan yang memang mudah untuk melihat secara langsung kendaraan dari pembeli sehingga kita akan susah menawar.

Atau bisa juga, penjual akan menaikkan harga sebagai wujud penilaian kemampuan ekonomi pembeli, aksesoris yang dibawa juga menjadi salah satu pertimbangan untuk mempermainkan harga. Gaya bahasa biasanya terjadi pada pemudik atau pelancong yang datang dan merupakan kesempatan tersendiri untuk memukul harga dikarenakan menurut beberapa pengalaman dari teman maupun keluarga penulis diakibatkan kemungkinan kecil pembeli datang lagi sehingga orang yang menggunakan gaya bahasa cukup berbeda akan dikira orang jauh dan cocok untuk dipermainkan harganya.

Waktu pembelian juga berpengaruh besar karena biasanya harga makanan semakin malam maka akan lebih mahal,  dan terakhir adalah usia dan kelamin yang kadang terjadi akibat mudah menurut berapa pun harganya terutama terjadi pada pembeli laki laki dan pembeli yang lebih muda maupun anak anak.

Untuk mengatasi permasalahan “Nuthuk Rego” yang kadang menghantui pembeli yang ingin membeli makanan maupun kulineran yaitu

1. Pilihlah warung makan yang memiliki daftar harga, hal ini adalah yang terpenting dari pelancong yang berbelanja terutama kuliner sebab dengan membeli makanan yang sebelumnya kita ketahui harganya akan membuat kita bisa memperkirakan harga yang cukup dikantong tanpa perlu was was dengan harga di akhir pemesanan, daftar harga biasanya ditampilkan di dinding kios, banner maupun daftar harga yang tertulis dilist menu yang ada di lembaran yang sering disodorkan ketika baru masuk kios.

2. Apabila daftar harga tidak ada maka anda berhak menanyakan harga terlebih dahulu sebelum membeli sebab dengan bertanya anda bisa memperkirakan total harga ketika hendak membayar ketika selesai menikmati hidangan yang anda pesan. Namun kadang kadang kita yang tergesa gesa dan memang lelah setelah perjalanan sehingga membuat kita tidak sempat menanyakan harga membuat terkadang terkena pedagang yang memukul harga.

3. Tempatkan barang barang yang terlihat glamor ditempat yang aman dan himdarkan dari perhatian orang agar tidak memancing kecemburuan sosial yang mungkin menjadi alasan untuk memukul harga.

4. Ajak keluarga atau teman yang lebih dewasa dan berpengalaman untuk memilih tempat makan yang sesuai, hal ini bertujuan agar lebih menghindarkan dari penjual yang memukul harga.

5. Cari refrensi tempat makan yang direkomendasikan oleh orang yang terdekat dan kini dipermudah dengan media sosial dan internet warung makan yang terjangkau dan terpercaya, sebab dengan adanya referensi atau informasi yang tepat akan menghindarkan dari pemukulan harga.

6. Berpindah tempat makan jika sewaktu bertanya harga ketika terlalu mahal dan tidak sewajarnya namun perlu dijadikan catatan berpamitlah dengan sopan agar tidak menyinggung perasaan pennjual.

7. Pilihlah tempat yang cukup ramai dikunjungi sebab biasanya sudah menjadi langganan pembeli, sehingga kemungkinan akan memukul harga akan minim.

8. Persiapkan mental, uang dan keikhlasan yang cukup jika telah terjadi, sebab sebagian besar korban akan merasa kecewa dan akan membuat perdebatan dengan pasangan.

Kesimpulannya pembeli dan pedagang haruslah merasa saling membutuhkan dan menghargai sebab secara struktural fungsional pedagang ingin untung dan pembeli ingin yang sesuai di hati, lidah dan kantong jadi terjadi simbiosis mutualisme. Terimakasih

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Sosiologi di UTM

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Resmi Dilantik, Pengurus dan Paralegal LBH KUBI Berkomitmen Tingkatkan Layanan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat Miskin

Pangkalpinang, Wali-News.com – Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Untuk