FKUB Aceh Optimalkan Toleransi Antar Beragama

FKUB Aceh Optimalkan Toleransi Antar Beragama

0

wali-news.com, Banda Aceh – Kerukunan umat beragama di Aceh selama ini berjalan dengan baik. Mereka para pemeluk agama selalu menghormati dan menghargai perbedaan keyakinan di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh, Nazir Zalba pada dialog akhir tahun harmonis Kerukunan Umat Beragama yang dilaksanakan di Banda Aceh, Senin (23/12/2019).

Selama ini, kata Nasir, toleransi dan hubungan antaragama di kalangan masyarakat cukup kondusif dan damai sehingga memberikan kesejahteraan bagi umat manusia ditengah keberagaman.

FKUB Aceh juga terus menjalin dialog dan pembinaan bagi pemuka agama sehingga sinergis dalam membangun kerukunan hidup berbangsa dan bernegara.

“Pembinaan dan dialog antarpemuka agama terus kita pertahankan. Secara umum kondisi kerukunan umat beragama di Aceh sepanjang 2019 berjalan rukun dan damai,” kata Nasir Zalba.

Ia menyebutkan terkait persoalan rumah ibadah di Aceh Singkil pada 2015 menjadi isu penting permasalahan antara umar beragama di Aceh sepanjang tahun ini. Meski telah dilakukan pertemuan dan musyawarah dengan melibatkan sejumlah pihak namun belum mencapai kesepakatan yang dapat di terima oleh para pihak.

“Meski belum ada kesepakatan yang dapat diterima oleh para pihak, namun kondisi saat ini cukup kondusif,” sebutnya.

Pihaknya menilai, permasalahan yang muncul di tengah umat beragama di Aceh, bukan disebabkan oleh ajaran agama, tetapi lebih disebabkan faktor sikap beragama yang kurang komunikasi dan interaksi antar umat beragama.

“Kita mengajak seluruh pemuka agama, tokoh agama, pimpinan ormas dan seluruh umat beragama di Aceh untuk terus memelihara kerukunan umat beragama yang telah terjalin baik selama ini,” harapnya.

Selain itu, FKUB Aceh dan pemuka agama menolak tegas hasil survey indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2019 yang dilakukan oleh Balitbang Diklat Kementerian Agama RI yang menempatkan provinsi Aceh di posisi 34 dengan skor 60,2 sebagai daerah dengan indeks kerukunan umat beragama terendah.

“Menurut FKUB hasil survey itu telah mencederai nilai leluhur masyarakat Aceh yang berbudaya, beradab, harmonis dan religius dalam bingkai NKRI,” ungkap Nasir Zalba.

Kegiatan dialoq dan refleksi akhir tahun tersebut dihadiri 70 peserta dari Forkopimda, pemuka agama, pimpinan majelis ulama, OKP, Pimpinan Lintas Forum, Ormas Keagamaan dan pengurus FKUB.

Narasumber yang hadir dari Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI, Dr M Waryani Rianto dan Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Mahdi Efendi.(Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh РPersonil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus