Gelar RDPU Raqan Penyertaan Modal Pemerintah Aceh

Gelar RDPU Raqan Penyertaan Modal Pemerintah Aceh

0

walinews.com, Banda Aceh – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Rancangan Qanun (Raqan) Aceh 2019 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Aceh pada Badan Usaha Milik Aceh (BUMA). Rapat tersebut berlangsung di Gedung Utama DPRA, Selasa (25/6/2019).

Komisi yang membidangi Keuangan dan Investasi mendapatkan sejumlah masukan dari peserta yang hadri. Di antaranya, Dekan FEBI UIN Ar-Raniry Dr Zaki Fuad. Ia memberi tanggapan terkait Bab I Ketentuan Umum Pasal 4 tentang Tujuan Penyertaan Modal Pemerintah Aceh pada BUMA yang dinilai perlu dibuat naskah akademik sebagai acuan konkret pelaksanaan raqan tersebut.

Dr Zaki Fuad mengatakan isi tersebut terlalu sederhana, sebaiknya ada beberapa inti terkait naskah akademik, penting sekali, yang petama kalau ada naskah akademik, kita tahu PAD Aceh berapa, sehingga dapat diprediksi berapa jumlahnya, meskipun anggaran ada beberapa triliun, sementara PAD masih rendah sekali, sehingga ke depan kita akan tahu apa yang perlu diperbaiki untuk mendorong pertumbuhan perekonomian Aceh.

“Yang kedua, Pasal 4 huruf c yang memuat materi tentang mendorong kesempata kerja yang dinilai masih normatif. Tidak ada sesuatu yang bisa dijelaskan secara rinci terhadap persoalan kesempatan kerja untuk menurunkan angka kemiskinan,” ungkapnya. Sementara itu, Direktur Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, yang turut hadir sebagai peserta RDPU juga memberikan pendapat.

Ia menyorot Bab VI tentang Kerja Sama, pada Pasal 12, yaitu kerja sama dilakukan setelah mendapat pernyataan tertulis dari gubernur Aceh. Menurutnya itu akan menyulitkan para pihak, semakin banyak kerja sama maka semakin banyak tanda tangan yang dibutuhkan dan itu memakan waktu.

“Kalau ini diberlakukan kami kira akan sangat menyulitkan, kami harus setiap hari mencari tanda tangan gubernur, apabila ada karja sama dengan bank lain,” katanya.

Begitu juga dengan kerja sama internasional di mana rencana penyaluran dana Baitul Aceh di Arab Saudi akan dikirimkan ke nasabah, menurutnya juga akan menyulitkan bila terlalu banyak membutuhkan tanda tangan.

Ketua Komisi III Effendi, selaku pimpinan rapat mengatakan akan menerima semua masukan dan pendapat yang diberikan, tetapi akan dikaji kembali sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada.

“Semua masukan dan pendapat telah kami catat, nantinya ada tahapan berikutnya, setelah RDPU ini akan ada rapat untuk dikoreksi lagi saran dan masukan tersebut,” ungkap Effendi.(Parlementaria)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Aceh International Diving Festival and Championship Siap Digelar di Sabang

wartanasional.co, Banda Aceh – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata