Gerindra Dan PNA, Bangun Koalisi Poros Tengah Di DPRK Aceh Barat

Gerindra Dan PNA, Bangun Koalisi Poros Tengah Di DPRK Aceh Barat

0

wali-news.com, Meulaboh – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra resmi membangun koalisi dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nangroe Aceh (PNA) dan mendeklarasikan sebagai poros tengah guna mengawal pemerintah melalui lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

Acara deklarasi koalisi poros tengah itu berlangsung di Abudel Caffe Meulaboh, Selasa (30/7/2019) malam, dihadiri pengurus kedua partai tersebut. Berdasarkan penetapan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat, Gerindra memiliki 4 kursi sementara PNA hanya memilik 1 kursi di DPRK dari total 25 kursi.

Ketua Partai Gerindra Banta Puteh Syam mengatakan, koalisi tersebut menindaklanjuti hasil dari beberapa kali pertemuan dengan berbagai partai di Aceh Barat. Pihaknya menentukan sikap hanya PNA yang memiliki visi dan misi serta program yang sama dengan Gerindra dalam mengawal pemerintah melalui DPRK.

“Menindaklanjuti hasil beberapa kali pertemuan dengan berbagai partai. Akhirnya Partai Gerindra akhirnya mengambil kesimpulan untuk memilih berkoalisi dengan PNA dan membentuk koalisi poros tengah di DPRK,” kata wakil Bupati Banta Puteh Syam usai acara deklarasi.

Mereka berniat melalui koalisi itu menjadi penyeimbang antara partai koalisi pemerintah dan partai oposisi. Sehingga bisa saja menjadi pendukung program dan dapat pula menjadi penentang jika tidak sesuai dengan apa yang telah dijanjikan kepada masyarakat pada masa kampanye dulu.

Menurut Banta ada dua hal yang harus didorong dalam pemerintahan Ramli-Banta, diataranya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penegakan syariat Islam secara kaffah.

“Jadi untuk dua hal ini butuh keseimbangan, jika tidak ada keseimbangan dalam penganggaran dan pembangunan, maka inilah yang harus dikritik dan diberikan masukan oleh koalisi poros tengah,” ucapnya.

Ketua DPW PNA Irvandi mengatakan, koalisi ini bisa terjadi karena kami memilik tujuan yang sama, dengan harapan masa kerja parlemen lima tahun kedepan benar-benar bisa melaksanakan tugas yang baik, dimana tiga fungsi bisa berjalan dengan baik, sehingga dengan demikian tugas pemerintahan pun bisa berjalan.

“Jika selama pemerintah daerah menjalankan program pro rakyat. Maka koalisi poros tengah ini akan mendukung seluruh program tersebut. Tetapi jika pemerintah tidak pro rakyat. Maka koalisi bersama ini akan menjadi garda terdepan dalam menentang kebijakan tersebut,” tegasnya. (Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Di Malaysia, Rektor UTU Jadi Keynote Speaker ISSK UPM

wali-news.com, Meulaboh – Rektor Universitas Teuku Umar (UTU)