Gubernur Aceh: Musrenbang Dapat Tuntaskan Visi Misi Pemerintahan Aceh

Gubernur Aceh: Musrenbang Dapat Tuntaskan Visi Misi Pemerintahan Aceh

0
wali-news.com, Banda Aceh – Pada tahun ini Pemerintah Aceh mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas) Tahun 2017 yang akan berlangsung pada tanggal 6 sampai dengan 11 Mei 2017, acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh 35.000 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia, negara-negara Asean dan beberapa negara sahabat, demikian disampaikan Gubernur Aceh Zaini Abdullah pada Pembukaan Musrenbang RKPA Tahun 2018 di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh Senin (17/4/2017.
Gubernur meminta kepada Kepala Pemerintahan Kabupaten/Kota dan seluruh panitia pelaksana untuk mempersiapkan dengan baik agar Aceh menjadi tuan rumah yang benar-benar memuliakan tamunya.
“Dalam kesempatan ini, saya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan kementerian dan Iembaga terkait demi suksesnya Penas ini,” ucap gubernur yang akan mengakhiri masa jabatannya Juni mendatang.
Dikatakannya Musrenbang tahun 2017 ini merupakan pelaksanaan Musrenbang terakhir dalam masa kepemimpinannya, untuk itu dia berharap program dan kegiatan yang dihasilkan dari Musrenbang tersebut mampu menuntaskan seluruh visi dan misi pemerintahan Aceh, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam RPJM Aceh Tahun 2012-2017 dan merespon 10 tantangan pembangunan Aceh ke depan sebagai prioritas RKP Aceh 2018.
” Adapun prioritas RKPA adalah penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, membangun kedaulatan pangan, memperkecil disparitas antar wilayah, pembangunan sektor industri dan pariwisata, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, pembangunan berwawasan lingkungan, Dinul Islam, penataan birokrasi, dan penguatan perdamaian,” imbuhnya.
Menurutnya Prioritas ini juga sesuai dengan visi dan misi Gubernur terpilih Aceh 2017-2022, Gubernur juga mengajak kepala Bappeda agar mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah dan panjang.
“Untuk ini, dalam merumuskan RKP Aceh 2018, saya mengingatkan saudara-saudara kepala Bappeda, hendaknya, mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang, memperhatikan dan mengikuti prinsip-prinsip perencanaan yang berdasarkan pada money follow program prioritas, tidak berdasarkan money follow function. Saya harapkan mulai tahun ini seluruh proses perencanan sudah berbasiskan pada eplanning dan e-budgeting,” harapnya

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

MAAF Desak Penegak Hukum Sita Rumah Mewah Milik CV Yalsa Boutique di Lamdom

Wali-news.com, Banda Aceh – Sedikitnya Enam Puluh Sembilan