Gubernur Aceh : Persoalan Kependudukan Di Aceh Membutuhkan Perhatian Serius

Gubernur Aceh : Persoalan Kependudukan Di Aceh Membutuhkan Perhatian Serius

0
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah

​wali-news, Banda Aceh – Dalam kegiatan pembangunan manusia dan masyarakat, BKKBN berperan dalam penguatan program kependudukan dan keluarga berencana, sehingga seluruh sarana dan indikator kinerja diarahkan untuk mendukung program prioritas, yaitu :  menurunkan total fertility rate (tingkat kesuburan) wanitanya, dari 2,6 menjadi 2,37 per perempuan usia reproduktif yang ditandai dengan peningkatan persentasi pemakaian kontrasepsi sebesar 60,5 persen.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, melalui Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Kamaruddin Andalah dalam sambutannya, pada pembukaan Sosialisasi dan Konsultasi Pelaksanaan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub Bidang Keluarga Berencana  Tahun 2017, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Rabu (1/2) malam.

“Pemerintah telah menyediakan DAK untuk penguatan Program ini secara nasional, di mana anggaran DAK untuk program ini diserahkan kepada pemerintah daerah agar dapat mendanai kebutuhan prasarana dan sarana fisik program kependudukan, program KB dan program pembangunan keluarga,” kata Kamaruddin

Dia menyebutkan, adapun daerah yang menjadi prioritas, memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Angka persentasi KB masih rendah, angka kelahiran atau child woman ratio (CWR) cukup tinggi, persentase keluarga miskin dan keluarga prasejahtera masih tinggi dan daerah dengan jumlah penduduk yang cukup padat .

“Sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk beberapa kabupaten/kota di Aceh, telah memenuhi empat kriteria yang kami sebutkan tadi, bahkan persoaian penduduk merupakan masalah serius di wilayah ini, karena laju pertumbuhan penduduk Aceh cukup tinggi, sebagai gambaran, pada tahun 2005, jumlah penduduk Aceh hanya 4,1 juta jiwa, tapi tahun 2010 meningkat menjadi 4,49 juta jiwa (naik sebesar 2,32 persen per tahun) dan pada tahun 2015 jumlah itu sudah mencapai 5 juta jiwa,” katanya

Ia melanjutkan, data ini menunjukkan bahwa persoalan kependudukan di Aceh membutuhkan perhatian serius, jika tidak dikendahkan dengan baik, persoalan ini akan berimbas kepada pelayanan kesehatan, kesediaan Iapangan kerja, kebutuhan pangan, dan sebagainya.

“Kami yakin, beberapa wilayah di Sumatera juga banyak yang mengalami masalah yang sama dengan Aceh. Oleh sebab itu, alangkah baiknya kalau kita melakukan sebuah perencanaan yang terpadu dalam menangani masalah kependudukan ini, peran BKKBN sebagai lembaga koordinator tentu sangat kita butuhkan untuk mendorong agar perencanaan ini berjalan dengan baik dan sesuai

dengan program yang diharapkan secara nasional. Mudah- mudahan forum yang kita selenggarakan hari ini dapat menjawab kebutuhan tersebut,” tutupnya.

Dalam sambutannya juga, Gubernur Aceh mengucapkan selamat datang kepada pimpinan BKKBN Pusat dan seluruh undangan yang datang dari berbagai wilayah di Sumatera dan dari Provinsi Jawa Tengah. “Mudah-mudahan kegiatan sosialisasi dan konsultasi Dana Alokasi Khusus ini dapat menghasilkan rumusan yang terbaik sebagai rujukan bagi kita untuk melaksanakan program bersama di bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga,” harapnya

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Nekat Melintasi Perbatasan Untuk Mudik, 22 Orang Diswab Antigen, 1 Reaktif

Wali-news.com, Aceh Tamiang – Petugas gabungan yang terdiri