Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Pangkalpinang Apresiasi Wacana Penerapan “New Normal”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Pangkalpinang Apresiasi Wacana Penerapan “New Normal”

0

Pangkalpinang – Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Kota Pangkalpinang mengapresiasi wacana penerapan “new normal” oleh pemerintah. Menurut Ketua IMM Kota Pangkalpinang Faizal, keputusan pemerintah untuk merubah PSBB ke bentuk New Normal jika dilihat dari sisi ekonomi perlu diaperesiasi sebagai solusi agar siklus perekonomian di Indonesia kembali berputar.

“Pasalnya saat penerapan PSBB arus jual beli agak sedikit tersendat yang membuat banyak pelaku usaha harus ekstra dalam mempertahankan usahanya tersebut. Dengan adanya New Normal ini memberi sedikit angin segar kepada pelaku bisnis untuk bisa mengerakkan kembali roda penghasilannya” ujar Faizal.

Menurut Faizal, dalam penerapan New Normal itu sendiri, pemerintah sebenarnya tidak mengesampingkan atau mengadaikan kesehatan masyarakat demi ekonomi. Salah satu contoh saat dibuka kembali tempat-tempat pembelanjaan seperti mall, supermarket, dan lain lain, pemerintah selalu menghimbau untuk patuh dan mengikuti protokol kesehatan dalam menghadapi Covid-19 ini.

“Bagi saya ini merupakan jalan untuk merubah pola pikir masyarakat agar menjadi disiplin dan peka dengan kesehatan dirinya sendiri serta orang lain. Mengenai jumlah penularan Covid-19 yang semakin meningkat memang tak bisa kita bohongi bahwa jumlah orang yang tertular semakin banyak, hal ini terjadi tidak hanya pada saat penerapan New Normal saja tetapi pada saat PSBB pun grafik penularan belum berangsur turun jika dilihat di berbagai daerah” tambah Faizal.

Bagi Faizal, penerapan New Normal di Prov. Kep. Bangka Belitung khususnya memang butuh proses yang sedikit lama, karena konsep New Normal harus berhadapan dengan kultur masyarakat. Sebagian masyarakat memang mengikuti segala prosedur kesehatan yang dianjurkan pemerintah dalam beraktivitas sehari-hari namun ada juga sebagian masyarakat yang masih acuh tak acuh.

“Jika ditarik sebelum penerapan New Normal memang aktivitas masyarakat di Bangka Belitung seperti jual beli tetap berjalan seperti biasa walaupun agak sedikit lambat karena adanya pembatasan kemarin. Tentu hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang memang sesuai dengan kondisi di lapangan” jelas Faizal.

Ditambahkannya, setiap daerah berbeda angka penularannya sehingga tidak bisa disamakan kebijakan di daerah lain dengan kebijakan di Bangka Belitung. Apalagi terdapat rencana pemerintah daerah yang ingin membuka kembali akses pendidikan secara perlahan, sehingga perlu diuji oleh masyarakat. “Tentu dalam mengimplementasi setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 ini perlu peran serta dari masyarakat untuk mewujudkannya. Di antaranya dengan mengikuti setiap protokol kesehatan saat beraktivitas dan berhenti untuk menyebarkan berita-berita Hoax yang dapat menimbulkan kepanikan dan salah persepsi terkait Covid-19 di kalangan masyarakat terkhusus masyarakat di Bangka Belitung,” tutup Faizal. (Jp/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

DPC Permahi Babel Gelar Majelis Ilmu Bahas Amandemen Konstitusi

Pangkalpinang, Wali-News.com — Kamis  (16/9) kemarin, Dewan Pimpinan