IMM Kota Pangkalpinang : Masih Banyak Yang Perlu Diperbaiki Dari RUU OBL

IMM Kota Pangkalpinang : Masih Banyak Yang Perlu Diperbaiki Dari RUU OBL

0
Ketua IMM Kota Pangkalpinang Faizal

Pangkalpinang – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pangkalpinang, Prov. Kep. Bangka Belitung (Babel), menilai masih terdapat banyak pasal dari RUU Omnibus Law (OBL) yang perlu diubah. Pasalnya, menurut Ketua IMM Kota Pangkalpinang Faizal, RUU OBL saat ini dikhawatirkan akan menggganggu semangat reformasi dan dapat merenggut hak hak para buruh.

“Meskipun OBL memiliki sisi positif dan negatif, tetapi di OBL sendiri lebih dominan ke sisi negatifnya, karena hak-hak para buruh tergadaikan. Memang jika dilihat dari sisi positifnya, OBL mampu menarik para investor, menciptakan lapangan pekerjaan serta mungurangi angka pengangguran. Apalagi dengan target pemerintah untuk menaikan perekonomian Indonesia sebesar 7% dalam bidang investasi, membuka peluang sebesar-besarnya untuk calon investor menanam modal di Indonesa,” ujar Faizal.

Faizal juga khawatir penerapan OBL nantinya akan mengganggu prinspip otonomi daerah sebagaimana yang diamanatkan oleh semangat reformasi. Selain itu, OBL juga dikhawatirkan akan mengganggu hak-hak buruh bahkan pada urusan yang privasi sekalipun.

“Mengenai dampak OBL yang dapat menggadaikan hak-hak para buruh, dimana hak-hak yang seharusnya diterima oleh buruh yang bekerja secara maksimal justru dipangkas oleh pemerintah. Artinya, pemerintah telah menggenjot masyarakat layaknya mesin,” sambung Faizal.

Selain itu, Faizal juga menilai bahwa substansi RUU OBL khususnya di bidang upah dan TKA masih bermasalah. Meskipun banyaknya investor khususnya dari Tiongkok yang masuk ke Indonesia saat ini dinilai wajar, namun perekrutan TKA oleh investor asing perlu dibatasi agar masyarakat lokal mendapat kesempatan kerja yang lebih luas.

“Wajar banyak investor-investor yang berasal dari Cina untuk datang ke Indonesia. Selain itu, juga wajar apabil para investor sendiri lebih memilih orang-orang dari negara mereka karena sudah mengetahui karakternya. Pemerintah memberikan izin TKA masuk ke Indonesia agar mempermudah Investor Cina, namun seharusnya pemerintah juga memperdayakan SDM yang ada di Indonesia,” ujar Faizal.

Oleh karena itu, Faizal menegaskan bahwa untuk saat ini IMM Kota Pangkalpinang masih menolak RUU OBL. Namun demikian, sikap tersebut bisa saja berubah andaikan pemerintah mau mengakomodir aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat khususnya kalangan buruh dan mahasiswa.

“Sikap penolakan kami bisa berubah andaikan pemerintah merevisi OBL terkait aturan-aturan yang menyangkut hak-hak para buruh terhadap para investor. Kami juga berharap agar pemerintah untuk fokus kepada gaji para buruh agar bisa ditingkatkan lagi supaya produktivitas para buruh meningkat. Atau pemerintah juga dapat memberi sertifikasi atau pelatihan terhadap para buruh karena ide tersebut lebih baik ketimbang harus mengambil para TKA,” tutup Faizal. (Jp/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Resmi Dilantik, HMI Cabang Bangka Belitung Periode 2020 – 2021 Perkuat Kaderisasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Pangkalpinang, Wali-News.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang