Ingatkan Gubernur Terkait Pemilihan Pejabat Eselon ll, Ini Pesan WALHI Aceh

Ingatkan Gubernur Terkait Pemilihan Pejabat Eselon ll, Ini Pesan WALHI Aceh

0

wali-news.com, Banda Aceh – Merespon pengumuman seleksi pejabat di level provinsi eselon ll yang disampaikan pada tanggal 3 februari 2017 lalu di berbagai media cetak dan elektronik, WALHI Aceh memberikan pandangan kritis kepada Gubernur untuk tidak salah dalam menepatkan sumberdaya manusia yang layak dipilih menuju Aceh hebat, sebagai arahan program prioritas kerja bersama Wagub.

“Pejabat yang akan dipilih paling tidak harus mampu membangun team work yang hebat dan paham apa yang dikerjakan. Karena jika dipilih dalam kerangka politik pencitraan semata, maka fit and proper test hanya sekedar lips service untuk tujuan membangun citra tanpa isi.” Hal tersebut disampaikan, Direktur Eksekutif WALHI Aceh, Muhammad Nur, dalam siaran persnya kepada wali-news.com, Senin (5/2).

kriteria eselon II pun tidak boleh main-main. Individu yang pilih adalah kandidat yang punya pengalaman memimpin minimal 5 tahun terakhir. Jujur pada diri sendiri, dan punya semangat membangun daerah dalam kerangka memperbaikan lingkungan hidup.

“Punya semangat sosial yang tinggi dan mampu membangun kecakapan yang baik sesuai dinas yang dipimpinnya. Karena bila hanya bersandar pada gelar akademik tanpa diikuti integritas, maka apa yang akan mereka kerjakan kelak hanya sekedar asal bapak senang.”ujarnya.

M.Nur menambahkan, Gubernur bersama Wagub juga harus terbuka dalam segala aspek perencanaan, penganggaran, pengawasan dan capain program, sehingga basis kinerja Kepala SKPA yang baru mengikuti rute kerja yang baik, bukan asal pilih pada akhirnya penepatan sumberdaya manusia bermasalah kemudian hari sekalipun dalam pengumuman sebelumnya dikatakan tidak dapat digugat yang perlu dihormati semua pihak.

Menurutnya Kerja lingkungan hidup, kehutanan, perkebunan dan pertambangan merupakan kunci penting atas arahan pembangunan yang Aceh menuju Aceh hebat. Jika salah pilih, justru seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga tidak bisa mempengaruhi laju deforestasi hutan aceh mencapai 26 ribut hektar/tahun yang tidak terbendung dan polemik kejahatan lingkungan tidak pernah selesai hingga akhir jabatan Gub/Wagub.

“Sejauh ini, berbagai kasus kejahatan lingkungan hidup dan komitmen pembangunan sesuai dengan Tataruang masih diabaikan karena kedekatan politik. Oleh karenanya kami meminta Pak Gubernur yang punya kuasa penuh menentukan Kepala SKPA yang baru, untuk tetap memilih kandidat yang layak dipilih yang bebas dari perkara hukum yang beroretansi pada memajukan Aceh sebagai wilayah khusus di Indonesia.” terangnya.

Kami menilai masuknya kandidat dari kalangan akademisi justru menjadi hal baru dalam rekrutmen kali ini, oleh karenanya Pak Gubernur harus jeli soal siapa yang layak di pilih karena bukan sedang memimpin dunia pendidikan, tapi sumberdaya manusia yang akan memimpin dinas teknis yang membawa perubahan dimasa akan datang.

“Jika salah pilih maka Aceh hebat itu hanya mitos besar di era Pak Irwandi bersama Nova dimasa kedua memimpin Aceh selama periode 2017-2022.” tutup M.Nur.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh РPersonil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus