IWD 2018 dan 812 Kasus Kekerasan Perempuan di Manado

IWD 2018 dan 812 Kasus Kekerasan Perempuan di Manado

0
Data Kekerasan Perempuan di Manado oleh Swara ParangpuanData Kekerasan Perempuan di Manado (Sumber : Manado Post)

wali-news.com, Manado – Pada kemarin Kamis (8/3), semua kaum wanita memperingati dan merayakan International Women’s Day yang tepat jatuh 8 Maret tiap tahunnya. Banyak begitu aspirasi dan tuntutan, serta harapan yang digaungkan oleh kaum wanita. Beberapa aspirasi dan tuntutan, serta harapan mengenai kekerasan, pelecehan seksual, hingga victim blaming.

Semua hal yang digaungkan oleh kaum hawa tentu tidak hanya sebatas tuntutan tanpa adanya fakta atau peristiwa yang terjadi. Hingga saat ini masih banyak kekerasan bahkan pelecehan seksual yang dialami para haum hawa khususnya di Kota Manado. Dalam kurun waktu tiga tahun (2015 – 2017) berdasarkan data LSM Swara Parangpuan yang dipantau melalui media tercatat telah terjadi 812 kasus pelecehan seksual terhadap perempuan. Data ini perinci lagi dengan 2015 terjadi sebanyak 199 kasus, 2016 terjadi sebanyak 345 kasus, dan 2017 terjadi sebanyak 268 kasus.

Dengan tingginya angka kasus pelecehan maupun kekerasan terhadap perempuan, turut pula Koordinator Advokasi Swara Parangpuan Sulawesi Utara Nurhasanah angkat bicara.

“Jumlah kasus dalam tiga tahun terakhir berbeda menjadi naik – turun. Yang tertinggi dari pantauan kita da di tahun 2016 berjumlah 345 kasus,” ujar Nurhasanah.

Selain itu, ia turut mengatakan bahwa bentuk kekerasan terhadap perempuan didominasi dengan kasus pemerkosaan disertai kekerasan fisik oleh pelaku. Berdasarkan data pula, tempat terjadi kasus – kasus sebagian besar terjadi dalam rumah.

“Dari data yang kita miliki, kasus kekerasan yang terjadi pada anak usia 13 – 18 tahun di tahun lalu (2017) terjadi sebanyak 20 kasus. Usia 25 – 40 tahun sebanyak 20 kasus. Ini terlihat anak perempuan rentan untuk menjadi korban kekerasan,” ujarnya kembali.

Dari tingginya angka ini, Swara Parangpuan pun merekomendasikan langkah – langkah agar kasus kekerasan kepada perempuan tidak terjadi. Oleh karena itu perlu adanya sebuah kebijakan nasional dan daerah dalam perlindungan terhadap anak dan perempuan. Selain adanya kebijakan dalam perlindungan, perlu pula kebijakan dalam tindakan dan hukum terhadap pelaku. Selain kebijakan, langkah – langkah yang perlu dilakukan ialah turut meningkatkan peran serta orang tua dan masyarakat untuk mencegah dan mereduksi kasus kekerasan terhadap perempuan.

Selain memperoleh perlindungan, korban kekerasan maupun pelecehan seksual perlu mendapatkan rehabilitasi. Hal ini tentu perlu, sebab perempuan yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual pasti berada diposisi terbawah, hidup tanpa adanya kehormatan yang dijunjung.

Semoga apa yang digaungkan oleh kaum hawa pada peringatan International Women’s Day dapat menjadi titik balik untuk membaiki kondisi terhadap perempuan. (Ar)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dandim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes Menerima Bantuan Paket Sembako Secara Simbolis Dari Indomart

wali-news.com, Bandar Lampung – Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel