Jadi Ikon Inacraft, Dyah Erti Minta Pengrajin Bordir Bireuen Tingkatkan Kualitas Produk

Jadi Ikon Inacraft, Dyah Erti Minta Pengrajin Bordir Bireuen Tingkatkan Kualitas Produk

0

wali-news.com, Bireuen – Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Dyah Erti Idawati, mengatakan, ditunjuknya Aceh sebagai ikon pada pameran kerajinan International Handicraft Trade Fair (Inacraft) Tahun 2020, menjadi momentum promosikan Aceh.

Oleh karena itu, ia meminta kepada pengrajin karya kerajinan bordir Bireuen untuk mejaga dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Dengan demikian, produk kerajinan dari Aceh dapat menjadi ikon yang mengesankan bagi semua pengunjung Inacraft, baik lokal maupun mancanegara.

“ini merupakan ajang bergengsi, di mana seluruh konsumen dan pengrajin di Indonesia datang berkumpul di Jakarta,” ujar Dyah Erti saat mengunjungi dan melakukan penilaian desa kerajinan bordir, di Desa Juli Cot Mesjid, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu (3/8).

Bordir merupakan produk kerajinan yang telah lama menjadi unggulan di Aceh. Kerajinan bordir diaplikasikan dalam berbagai produk, baik itu mukena, sarung, alas meja, tas dan produk lainnya.

“Mohon untuk kabupaten Bireuen, khususnya Gampong Juli Cot Mesjid, supaya Geusyiknya mengawal produk kerajinan gampong dan bisa dipersiapkan produk-produk terbaiknya untuk bisa kita pamerkan dan perjual belikan di Inacraft 2020,” ujar Dyah Erti.

Dengan menampilkan budaya Aceh dan produk kerajinan berkualitas, kata Dyah, diharapkan dapat menjadi daya tarik masyarakat luar untuk datang ke Aceh. Dengan demikian jumlah wisatawan meningkat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, istri Plt Gubernur Aceh itu mengapresiasi Dekranasda Kabupaten Bireuen atas antusias dan partispasinya dalam setiap pameran kerajinan di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, ia juga meminta Dekranasda Bireuen agar dapat melakukan pembinaan yang intensif kepada pengrajin di gampong-gampong. Minimal satu bulan satu kali. “Sehingga kualitas dan kuantitas produknya meningkat juga terjaga,” tutur Dyah.

“Besar harapan kami Gampong Juli Cot Mesjid ini dapat menjadi salah satu gampong kerajinan kebanggaan di Aceh. Mudah-mudahan dengan ada nya penilaian ini dapat maju lebih pesat,” kata Dyah.

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah kabupaten Bireuen, Ibrahim Ahmad, mengatakan produk kerajinan telah berperan secara nyata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

Oleh sebab itu, Pemerintah kabupaten Bireuen, ujar Ahmad, meminta Dekranasda Aceh untuk membina kerajinan masyarakat Bireuen. Sehingga, lanjut dia,pengrajin tersebut berkembang serta menghasilkan inovasi untuk produk yang baru.

“Mengingat potensi begitu besar maka perlu adanya pembinaan berkelanjutan. Pembinaan kerajinan akan berdampak positif pada peningkatan ekonomi, hal itu terbukti dari pertumbuhan home industry di gampong-gampong di Bireuen,” ujar Ahmad.

Ahmad juga meminta kepada Dekranasda Aceh dan Bireuen untuk mempromosikan produk kerajinan gampong Juli Cot Mesjid. “Dengan kedatangan tim penilaian ini, akan menambah semangat masyarakat gampong Juli Cot Mesjid untuk terus berinovasi,” ujar dia.

Pada kesempatan tersebut, Dekranasda Aceh menyerahkan bantuan perlengkapan alat kerajinan untuk para pengrajin di gampong itu.(adv)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Ketua Kadin Aceh Paparkan Konsep Strategis Pembangunan Aceh Kedepan

wali-news.com, Banda Aceh – Kamar Dagang dan Industri