Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Bantuan Covid-19 Gampong Kuta Trieng Berujung ke Jalur Hukum

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Bantuan Covid-19 Gampong Kuta Trieng Berujung ke Jalur Hukum

0

Wali-news,Aceh Selatan – Tidak disangka perbuatan menirukan tanda tangan penerima Bansos Covid-19 oleh petugas pendistribusian di Gampong Kuta Tring, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan berujung pada kasus hukum.

Warga Dusun Kuta Trieng beritial Khs (41 Tahun) didampingi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Advokasi dan Keadilan Aceh Distrik Abdya (YLBH AK Abdya) melakukan pengaduan hukum ke Mapolres Aceh Selatan, Selasa kemarin tepat pada pukul 11:00 Wib.

Jajaran polres setempat menerima pengaduan Khs dan mengeluarkan surat laporan bernomor STPL/21/6/2020/SPKT.

Berdasarkan keterangan Khs, dia keberatan atas kebijakan petugas Gampong Kuta Trieng yang memalsukan tanda tangan miliknya tanpa izin dirinya.

Atas tindakan tidak terpuji itu Khs dengan di temani YLBH AKA Abdya melakukan upaya hukum atas tindakan pemalsuan itu.

Keuchik, kita sudah meminta maaf dan di saksikan Camat

Semenatara Keuchik Gampong Kuta Trieng, Yuhanda kepada wali-news.com, Rabu(03/06/2020), membenarkan telah terjadi pemalsuan tanda tangan milik Khs. Itu kata dia dilakukan petugas pendistribusian Bansos Covid-19 saat di lapangan.

Keuchik menjelaskan sembako bantuan Covid-19 itu bersumber dari bantuan Dinas Sosial, Aceh Selatan. Jumlahnya sebanyak 182 paket, dan terpaksa dialihkan sebanyak 115 paket, karena beberapa nama telah menerima bantuan sosial dari kementrian sosial.

“Terpaksa kita lakukan karena 115 penerima itu juga telah menerima bantuan. Ini agar tidak tumpang tindih. Karena ada orang lain yang layak mereka belum menerima bantuan apapun,” ujar Yuhanda.

Dari 115 paket tersebut, Khs (41), warga Dusun Kuta Trieng merupakan salah satu penerima. Padahal, yang bersangkutan sudah menerima paket bantuan sembako dari program Kartu Kartu Keluarga Sejahtera (e-warung).

Sesuai peraturan Mentri dan Peraturan Bupati lanjutnya, penerima tidak boleh tumpang tindih atau doble, sehingga paket milik Khs, alihkan ke Insapuddin yang saat penyaluran diterima oleh isteri Insapuddin.

“Saya yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap petugas lapangan telah meminta maaf atas kesalahan dan permasalahan. Kamis 22 May 2020 malam lalu dalam sebuah rapat. Proses itu juga di saksikan Camat Labuahan Haji Barat,” ujar Yulanda.

Yulanda menyatakan keheranannya karena meski telah menyampaikan permohonan maafnya, namun dirinya tetap dilaporkan ke aparatur hukum. Dihubungi terpisah, Camat Kecamatan Labuhan Haji Barat, Said Suhardi, SPd menyayangkan kasus pelaporan tersebut.

“Sebenarnya kita sudah melakukan mediasi antara warga dan aparat gampong dalam satu musyawarah di Gampong tersebut. Saat itu suasana sudah kembali dingin dan saling memaafkan, usai Keuchik dengan jiwa besar meminta maaf di hadapan warga,” kata Said.

Said menilai, tidak ada yang dirugikan dalam kasus tersebut karena seluruh paket sembako itu tersalurkan dengan baik. Kebijakan yang diambil Keuchik kata Said, semata mata untuk mengatur agar bantuan tersebut tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

” Saya heran juga belakangan kok masalah ini jadi panjang bahkan berujung pada pelaporan. Ayolah saling memaafkan untuk membangun Gampong lebih baik,” imbau Camat(CMA)

Editor : Chairan Manggeng

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Taqwallah Resmikan Pasar Al Mahirah Lamdingin Kota Banda Aceh

Wali-news, Banda Aceh – Peresmian Pasar Al Mahirah Lamdingin