Kasus Penganiayaan Pegawai Mahkamah Syariah Idi, Dipertanyakan

Kasus Penganiayaan Pegawai Mahkamah Syariah Idi, Dipertanyakan

0

Wali-news, Aceh Timur – Zuraida, ibu rumah tangga asal Dusun Kuta Baro Gampong Jawa, Idi Rayeuk, mempertanyakan proses penanganan kasus penganiayaan yang menimpa Dian, sang anak yang terjadi 3 Mei lalu. Pasalnya, meski telah ditangani kepolisian, namun hingga kini pelaku tak kunjung ditahan.

“Saya berharap, polisi segera menangkap pelaku penganiaya anak saya, karena hingga kini pelaku belum ditahan padahal surat penahananya setahu saya sudah dikeluarkan, ” ujar Zuraida, Jumat (12/06/2020).

Menurut Zuraida, informasi yang diperolehnya, kepolisian telah memanggil  sejumlah saksi terkait kasus penganiayaan yang menimpa anaknya Ferdiansyah, nama lengkap Dian. Zuraida menduga pelaku mangkir dari panggilan polisi karena sejak kasus tersebut ditangani kepolisian, pelaku jarang terlihat di rumahnya.

Zuraida menyayangkan, karena hingga kini polisi tak kunjung menangkap pelaku terhadap pelaku penganiayaan terhada putrannya yang merupakan pegawai Mahkamah Syariah Idi.

” Iya, ini sudah dikasih surat dari Polres, katanya dimanapun pelaku terlihat langsung laporkan ke polisi. Karena pelaku juga sedang dipantau,” kata Zuraida.

Penganiayaan terhadap Dian, terjadi 3 Mei 2020 lalu, saat korban berangkat menuju Mess Mahkamah Syariah Idi Dusun Kuta Baro Gampong Jawa, Idi Rayeuk, sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, pelaku bersama kedua rekannya diduga membuntuti korban  yang berangkat mengendarai sepeda motor dari rumahnya.

” Tiba- tiba saat sampai di depan pintu gerbang hotel Khalifah, saya ditendang dari belakang oleh pelaku. Dia langsung menyerang bagian kepala secara bertubi-tubi sampai saya jatuh dari motor,” ungkap Dian.

Menurut Dian, meski telah terjatuh dari sepeda motornya, namun pelaku masih melakukan penyerang hingga dirinya terjatuh ke dalam got. Akibatnya korban mengaku tak sadarkan diri.

” Di dalam got, pelaku masih memukul bagian kepala, sampai saya setengah sadar. Saat itu ada bang jack (kenalan korban) hendak menolong tapi karena pelaku mengatakan aksinya terkait masalah keluarga sehingga mereka tak berani menolong,” ujar Dian.

Kemudian setelah itu ada datang dua orang dengan menggunakan sepeda motor matic, lalu pelaku langsung menemui kedua orang tersebut dan berbincang-bincang sesaat, hingga akhirnya pelaku pun pergi,” ungkap Dian.

Dian mengungkapkan, sebelum pergi, usai menganiaya dirinya, pelaku sempat menantang, tidak takut meski dilaporkan ke polisi.” Kalau mau lapor polisi, laporkan saja, saya tidak takut,” kata korban menirukan perkataan pelaku. (Ari)

Editor : Arman

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Lakalantas di Aceh Selatan, Seorang Pemotor Tewas

Korban saat akan dievakuasi. Photo: Ist.