Kebijakan Larangan Mudik Akan Berlaku, IMM Babel: Kegaduhan Dipengaruhi Kebijakan “Dua Kaki”

Kebijakan Larangan Mudik Akan Berlaku, IMM Babel: Kegaduhan Dipengaruhi Kebijakan “Dua Kaki”

0

Pangkalpinang, Wali-News.com – Kebijakan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 demi menekan penyebaran Covid-19, dikritik oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bangka Belitung.

“Setuju atau tidak tentu relatif. Namun melihat aspirasi masyarakat yang jauh dari kampung halaman mereka sangat kecewa,” ujar Ketua Bidang Hikmah DPD IMM Babel Sarkawi pada Kamis (15/4) di Pangkalpinang.

“Kebijakan ini sudah diberlakukan selama 2 tahun terakhir, artinya kami menilai kekecewaan tersebut sangat wajar sekali ditunjukkan. Apalagi pemerintah menyatakan wisata diperbolehkan, lalu apa bedanya?” tambahnya.

Sarkawi juga mempertanyakan urgensi kebijakan pelarangan mudik. Apalagi vaksinasi saat ini telah banyak dilakukan, sehingga perlu dikorelasikan dengan kebijakan mudik jelang Idul Fitri.

“Berbicara perihal dampak positif atau negatif dengan adanya kebijakan ini, saya kira justru kami perlu menanyakan balik kepada Pemerintah selaku pembuat kebijakan. Kalau memang kepentingannya adalah menekan mobilitas masyarakat lalu apa gunanya proses vaksinasi,” tanya Sarkawi.

“Apalagi kita ketahui bersama yang dengan tegas disebutkan untuk tidak boleh mudik contohnya seperti ASN padahal hampir mayoritas angka vaksinasi sudah didominasi untuk ASN. Sehingga jadi pertanyaan besar korelasi antara vaksinasi dengan kebijakan ini, tentu kewenangan pemerintah haruslah padu dengan hak asasi manusia dalam hal ini,” tambahnya.

Di satu sisi, Sarkawi juga menilai masyarakat secara umum bersikap positif dalam mendukung pelaksanaan protokol kesehatan. Fenomena tersebut pun dinilai sebagai penyebab utama terkendalinya penyebaran Covid-19, bukan pada kebijakan mudik.

“Saya kira usia pandemi covid 19 yang sudah satu tahun ini sangat membuat masyarakat memahami pentingnya prokes, apalagi di beberapa data daerah covid 19 sudah banyak menurun. Oleh karenanya sekalipun terjadi penurunan angka positif sebetulnya bukan disebabkan oleh kebijakan tidak boleh mudik, tetapi lebih kepada masyarakat yang sudah mulai taat budaya new normal atau menggunakan protokoler kesehatan,” papar Sarkawi.

Sarkawi pun meminta kepada masyarakat agar tetap taat menerapkan protokol kesehatan demi menekan penyebaran Covid-19 selama bulan Ramadan.

“Kami terus menyerukan kepada masyarakat agar tetap taat menggunakan protokoler kesehatan dan menerapkan 5M agar tetap bisa mendapatkan keberkahan dan pahala yang melimpah di bulan suci ramadhan 1442 Hijriah ini walaupun ditengah suasana pandemi covid 19,” tutup Sarkawi. (Jp/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

DPC Permahi Babel Gelar Majelis Ilmu Bahas Amandemen Konstitusi

Pangkalpinang, Wali-News.com — Kamis  (16/9) kemarin, Dewan Pimpinan