Kecacatan Pembangunan di Indonesia

Kecacatan Pembangunan di Indonesia

0

Penulis : Gratia Wing Artha*

Realitas sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia memang dapat dikatakan sangat tidak adil, terlebih masih sangat kental nuansa ketidakadilan yang menyelimuti masyarakat menengah kebawah. Kondisi ini mengakibatkan ketidakpercayaan masyarakat kecil pada penerapan keadilan pada negara yang bernama Indonesia ini, dalam hal ini sudah sangat terasa dari bagaimana anak – anak dari keluarga menengah kebawah tidak mampu untuk memperoleh pendidikan yang baik dan kemungkinan untuk melakukan mobilitas vertikal sangat kecil. Berbanding terbalik dengan kondisi anak – anak dari keluarga menengah atas yang sejak kecil sudah dipersiapkan segala hal yang dibutuhkan guna mengembangkan bakat yang sudah ada. Dari sini peluang untuk sukses bagi anak – anak yang berasal dari keluarga menengah atas lebih terbuka lebar. Secara kritis saya berupaya untuk menyoroti kondisi sosial ini sebagai akibat dari satu yakni kepemilikan materi (uang). Dari sini siapa yang punya uang akan mendapatkan kesuksesan serta pendidikan yang layak. Mungkin, pembangunan di Indonesia masih menjadi pertanyaan besar lantaran antara ide birokratis dan penerapan di lapangan sangat berbanding terbalik.

Melalui realitas ketidakadilan sosial yang ada Indonesia memiliki masyarakat kelas atas yang pelit dan hanya dapat berwacana. Wacana masyarakat kelas atas adalah pamer materi yang mana materi itu disimpan tanpa mau mengamalkan sebagian rezeki pada orang – orang kelas menengah kebawah yang membutuhkan. Pernah saya berfikir bahwa pembangunan di Indonesia adalah pembangunan elitis, dimana mereka yang memiliki modal kapital akan maju sedangkan mereka yang tidak punya modal material akan tersingkir dari keberadaban. Memang dapat dikatakan realitas sosial yang disuguhkan oleh negara berkembang ini sangat menyakitkan dimana keadilan sosial seperti yang disebutkan dalam pancasila sangat jelas sebagai wacana dan ilusi para pemimpi keadilan.

Perlu diketahui bahwasannya sistem sosial di Indonesia merupakan sistem sosial yang sangat menyedihkan. Bahkan, menindas mereka – mereka yang tidak punya modal relasi, kekuasaan, dan materi. Keadilan di negara seperti Indonesia ini adalah keadilan semu dimana masyarakat kelas atas yang pelit bertindak seolah mereka adalah penguasa dan kelas menegah kebawah adalah buruh yang harus menghamba pada mereka – mereka yang punya kekuasaan, relasi, dan uang ( materi). Jadi dimanakah keadilan sosial saya akan menjawabnya keadilan sosial adalah hanya sampai di mulut kotor para birokrat. Sejak masa Presiden Soekarno hingga sekarang ini mana ada pemimpin yang totalitas membela rakyat kecil.

Para akademisi pun sama saja dimana mereka hanya berbicara di kelas dan podium – podium seminar, namun jelas kondisi seperti ini adalah kondisi sosial dunia pendidikan yang hanya bisa bercakap tapi sangat sulit untuk bertindak. Seolah dunia ini hanya diisi oleh para bedebah baik bedebah dalam kelas sosial masyarakat, bedebah dalam birokrasi ( pemerintahan), dan bedebah dalam dunia kependidikan. Jelas yang perlu kita pikirkan sebagai rakyat apakah kita tetap nrimo dengan sistem yang “sakit” seperti ini atau saatnya kita mulai untuk melawan guna mengubah sistem sosial.

*Penulis merupakan Alumnus Sosiologi FISIP UNAIR dan Pemerhati Masalah Sosial

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Partai Gelora Bangka Belitung Soroti Aksesibilitas Ibu Kota Negara Baru

Pangkalpinang, Wali-News.com – Pengesahan RUU Ibu Kota Negara