Kemarau Panjang, Warga Aceh Besar Shalat Istisqa

Kemarau Panjang, Warga Aceh Besar Shalat Istisqa

0
Ilustrasi: Shalat istisqa di Aceh | acehkita.com/Abdul Munar

wali-news.com, Jantho – Ratusan warga Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, melaksanakan shalat istisqa (shalat minta hujan) selama dua hari terakhir, karena kekeringan yang melanda kawasan itu. Pada hari Minggu (23/7), shalat Istiqa dilaksanakan di Meunasah Gampong Baet Masjid, Kemukiman Sibreh, kemudian Senin (24/7) dilaksanakan di Gampong Lamlheu, Kemukiman Lamlheu.

Hasbalah, warga Kemukiman Lamlheu mengatakan, shalat istisqa yang diinisiasi oleh mukim setempat diikuti sekitar 200 jamaah dari tujuh desa, yaitu Gampong Lam Geu Baro, Lam Geu Tuha, Lamlheu, Lampanah Ineu, Lamteh Dayah, Tampok Blang, dan Gampong Tampok Jirat Raya.

Dari sekitar 100 hektare sawah milik petani di kemukiman itu, sekitar 90 persen terancam gagal panen, karena hampir dua bulan tak dialiri air. “Sebagian padi sudah mulai dipotong untuk umpan lembu,” ujar Hasbalah.

Sedangkan shalat istisqa di Baet Mesjid diikuti oleh warga dari Gampong Baet Lampuot, Baet Mesago, Baet Mesjid, Dilib Bukti, Dilib Lamteungoh, Lambaro Sibreh, Reuhat Tuha, Seumeureung, Sibreh Keumudee, dan gampong Weusiteh. Sebagian besar jamaah merupakan petani yang sawahnya terancam gagal panen.

Camat Suka Makmur, Drs Subki kemarin menjelaskan, karena dilanda kekeringan panjang hingga dua bulan dan saluran irigasi sudah tak lagi berair, warga hanya berharap turunnya hujan, sehingga mereka melaksanakan shalat istisqa.

Ia tambahkan, di Suka Makmur luas sawah mencapai 1.000 ha yang selama ini mendapat suplai air Krueng Jreu. Namun, karena debit air Krueng Jreu menurun drastis, sehingga air untuk sawah petani pun tak mengalir.

Menurutnya, kawasan yang parah terkena dampak yaitu di Kemukiman Aneuk Batee seperti Gampong Lampisang dan Blang Cut.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali mengatakan, ia sudah menyurati semua camat agar menyerukan dilaksanakan shalat istisqa di masing-masing kecamatan maupun desa. Ia mengaku sudah melakukan peninjauan ke beberapa irigasi dan mendapati fakta bahwa semua debit air menurun.

Menurutnya, selain karena musim kemarau, kondisi itu juga dipengaruhi oleh penebangan hutan dan tambang ilegal.[]

 

(Sumber: aceh.tribunnews.com)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Cegah Penyebaran Covid-19, Jaksa Kejari Aceh Besar Turun ke Jalan

Wali-news, Aceh Besar – Sejumlah jaksa dari Kejaksaan