Kepala BKKBN: Bentuk Mentalitas Ikan Salmon, Tinggalkan Mentalitas Ikan Lele

Kepala BKKBN: Bentuk Mentalitas Ikan Salmon, Tinggalkan Mentalitas Ikan Lele

0
Sosialisasi dan Konsultasi Pelaksanaan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub Bidang Keluarga Berencana Tahun 2017, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Rabu (1/2/2017) malam.

wali-news.com, Banda Aceh – Dalam pelaksanaan program-program dan pengelolaan dan penggunaan dana DAK sub bidang KB agar terjamin efektivitas, efisiensi dan akuntabilitas, Kepala BKKBN Pusat, Chandra Surapaty, melalui sekretaris utama BKKBN, Nofrijal mengatakan, perlu dilakukan pengendalian melalui pelaporan, pemantauan serta evaluasi. Pelaporan DAK sub bidang KB dilakukan secara berjenjang dan berkala dari tahap persiapan, pelaksanaan sampai dengan distribusi di masing-masing kabupaten dan kota.

“Pemantauan dilakukan secara berjenjang dari BKKBN pusat ke perwakilan BKKBN provinsi dan OPD KB kabupaten/kota serta dari Perwakilan BKKBN Provinsi ke OPD KB kabupaten/kota,” kata Nofrijal dalam menyampaikan sambutan Gubernur Aceh di Hermes Place Hotel, Banda Aceh Rabu (1/2) malam.

Nofrijal menyebutkan, evaluasi dilaksanakan untuk menilai atau mengukur sejauh mana pelaksanaan pengelolaan DAK Sub Bidang KB telah dilakukan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telan ditetapkan.

“Apabila ternyata dalam pelaksanaan DAK Sub Bidang KB masih ditemui kekeliruan maka dapat segera dilakukan perbaikan dengan disertai dukungan data yang akurat,” tambahnya

Dalam pelaksanaan program umumnya dan DAK sub Bidang KB pada knususnya, tentunya di masing-masing jenjang organisasi sudah dibentuk tim pengendali, baik di tingkat BKKBN pusat, provinsi mapun di kabupaten/kota.

“Saya harapkan para penanggung jawab DAK harus meyakini, merenungi, memnahami, menyikapi dan menerapkan nilai-nilai revolusi mental dengan baik, seluruh aktifltas dalam bekerja mutlak mencerminkan nila-nilai revolusi mental, yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong, kita harus memahami diri sendiri sebagai makhluk ciptaan tuhan dan makhluk sosial dalam konteks interdependensi dengan Tuhan Sang Pencipta dan dengan sesama manusia,” harapnya

Pada intinya, integritas berarti kata menjadi satu dengan perbuatan, hal ini harus dimaknai

Sebagai apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita ucapkan, karakter bersih bagi semua orang bukanlah sekedar buah bibir tetapi rnenjadi perilaku, yang pada akhirnya menjadi gaya hidup.

“Kita semua adalah pemimpin yang narus dapat bertindak secara konsisten antara perkataan dan perbuatan, integritas narus menjadi salah satu nilai yang dianut seluruh masyarakat, etos adalah pandangan hidup yang khas dari suatu golongan sosial sernentara, etos kerja berarti semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok,” imbuhnya

Dia mengajak seluruh pemimpin masyarakat untuk memahami makna nilai gotong royong mirip dengan nilai kerja sama, melalui penerapan nilai gotong royong, berarti kita dapat meninggalkan mentalitas lele, kondisi dimana salah satu atau banyak bagian organisasi bekerja secara terpisah dari yang lainnya.

“Dengan gotong royong, maka kita akan dapat bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan organisasi, tinggalkan mentalitas ikan lele, bentuk segera mentalitas ikan salmon, berjuang tiada henti dan bekerjasama dalam kelompok,” tutupnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

WALHI Aceh Desak DLHK Audit Lingkungan PT. PIM

Wali-news, Banda Aceh- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)