Ketum HMI Cabang Babel Minta Pemerintah Daerah Lebih Transparan Soal Pembangunan Jembatan Babel – Sumsel

Ketum HMI Cabang Babel Minta Pemerintah Daerah Lebih Transparan Soal Pembangunan Jembatan Babel – Sumsel

0
Ketum HMI Cab. Babel Rizqi Khulafahu Shidqi

Pangkalpinang, Wali-News.com – Rencana pembangunan Jembatan Bahtera –Sriwijaya yang menghubungan Bangka Belitung (Babel) dengan Pulau Sumatera mengundang beragam tanggapan.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Bangka Belitung, Rizqi Khulafahu Shidqi, mengatakan dirinya berharap agar pemerintah dapat lebih transparan kepada masyarakat Babel mengenai laju proses perkembangan pembangunan Jembatan Bahtera-Sriwijaya.

“Saya menilai dalam rencana pembangunan jembatan tersebut tidak cukup transparan. Selain itu, saya juga merasa khawatir terhadap seluruh masyarakat Babel mengingat mayoritas masyarakat Babel tidak memahami dibalik tujuan maupun dampak dari proyek besar pembangunan jembatan tersebut,” ujar Rizqi.

“Alhamdulillah beberapa mahasiswa dari HMI banyak yang kritis terhadap pembangunan jembatan Bahtera-Sriwijaya, sehingga lebih banyak yang mengetahui tentang seluk beluk pembangunan tersebut,” ditambahkannya.

Selain itu, menurut Rizqi, kesejahteraan masyarakat di Babel akan berbanding lurus dengan kualitas kepala daerah bukan kepada pembangunan jembatan

“Kondisi Pelabuhan masih amburadul, kami berharap agar ada perkembanagn terkait situasi maupun kondisi Pelabuhan tersebut terlebih dahulu, bukan pada jembatan. Pemerintah daerah juga diharapkan mengoptimalkan pengembangan pariwisata,”

“Meski demikian, pembangunan jembatan Bahtera Sriwijaya kemungkinan besar pasti dapat terealisasikan karena pra studi telah dilakukan survey dengan menghabiskan Rp 1 milyar lebih. Selanjutnya akan masuk ketahap studi kelayakan, karena kalau tidak dibangun pemerintah telah menyia-nyiakan anggaran” papar Rizqi

Rizqi juga berharap dampak positif dan negatif pembangunan jembatan betul-betul dikaji. Menurut Rizqi, kehadiran jembatan tidak serta merta akan memberikan keuntungan ekonomi kepada seluruh masyarakat.

“Contoh kecil dari dampak negatif pembangunan jembatan akan dirasakan oleh para pemilik UMKM yang berada di pelabuhan. Dengan demikian adanya pembangunan jembatan akan mematikan UMKM yang ada di pelabuhan, sama halnya pun yang akan dirasakan oleh tranportasi laut maupun udara,” tambah Rizqi.

Pembangunan jembatan juga dinilai Rizqi dapat mempengarui budaya mengingat banyak kota yang tergabung di Pulau Sumatera.

“Kecilnya pulau Bangka dan minimnya lahan tidak sebanding perkembangan penduduk di Babel. Dengan demikian, masuknya banyak penduduk yang terlalu deras justru akan menimbulkan dampak sosial yang sangat tinggi, bahkan mengarah pada meningkatnya kriminalitas,” imbuh Rizqi.

Rizqi kembali menegaskan, pemerintah daerah seharusnya lebih transparan dan mendengarkan aspirasi masyarakat dalam rencana pembangunan Jembatan Bahtera Sriwijaya.

“Pemerintah diharapkan untuk dapat lebih mendengar aspirasi dari masyarakat, jangan tau-tau sudah digerakkan. Kemudian kepala daerah juga seharusnya jangan terlalu cepat memutuskan dan menyetujuinya” tutup Rizqi. (Jp/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

DPD IMM Babel Menyayangkan Wacana Sembako Kena PPN

Pangkalpinang, Wali-News.com – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Babel