Kuasa Uang Dan Belenggu

Kuasa Uang Dan Belenggu

0
Gratia Wing Artha (Ist.)

Penulis : Gratia Wing Artha*

Pernah kita berfikir bahwa uang bukan hanya sebagai alat transaksi saja, makna uang semakin menjadi penting untuk kehidupan manusia. Dimana ada pepatah tak ada uang tak bisa hidup. Ini sangat jelas dibenarkan karena uang begitu menguasai hajat hidup kita. Dalam hal ini uang punya kuasa menjerat siapa saja untuk patuh dan tunduk pada perintah. Namun, kita tidak dapat memungkiri bahwa kita sangat mencintai uang. Bisa kita rasakam bila tidak memiliki uang akan terasa hambarnya hidup.

Dari sini uang memiliki pengaruh yang kuat untuk membangun konsep kepatuhan dimana kepatuhan itu memiliki daya memperbudak. Dari sini uang adalah bentuk kultus yang memberikaan kekuatan kepada pemiliknya untuk memperbudak orang lain. Perbudakan uang merupakan bentuk perbudakan baru yang dapat menjadi penyakit bagi kemanusiaan.

Saya mengatakan ini karena kita sudah melihat dengan sangat jelas bahwa uang telah menjadi semacam kekuatan magis yang memberikan sentuhan ketertundukan pada masyarakat yang dikuasai.  Jika hal ini terus dibiarkan masyarakat akan semakin terbelenggu akan uang dan patuh akan kuasa uang. Uang adalah kekuatan barangsiapa yang punya uang dia akan memiliki kekuasaan dan kehormatan.

Berbeda bila seseorang tidak memiliki uang, dia akan merasa tersisihkan dari sistem sosial, bahkan suaranya tidak akan terdengar. Dari suara yang tidak terdengar ini dia akan mengalami alienasi. Dimana alienasi ini akan sangat menyiksa dirinya. Pernah saya berfikir bahwa sejatinya kita hidup untuk uang dan menghamba untuk uang, bahkan bila tidak ada uang kita akan berfikir tidak dapat hidup.

Uang adalah segalanya. Uang telah menjelma menjadi Tuhan dan sesembahan yang sangat penting. Jika terus begini apakah manusia masih memiliki moralitas (?). jawabannya adalah tidak manusia tidak akan memiliki moralitas bila manusia telah menjadi budak dari uang.  Dari sini manusia tidak akan dapat keluar dari jeratan kuasa uang yang sudah sangat membelenggu.

Melalui metode berfikir kritis kita dapat merasakan bahwa segala yang kita ketahui tentang uang bukan hanya sebagai alat pembayaran, namun lebih dari itu uang memiliki kekuatan yang menjerat manusia untuk tunduk pada pemegang kuasa uang. Dalam hal ini tidak heran jika uang telah memperbudal kita dengan memberikan pelajaran bahwasannya kemanusiaan kita telah tergadaikan oleh uang dan uang telah menjelma sebagai alat kuasa bahkan sebagai Tuhan.

*Penulis merupakan Mahasiswa S2 Sosiologi FISIP UNAIR dan Pemerhati Masalah Sosial

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Ketua Masyarakat Relawan Indonesia Cabang Kab. Bangka Mengutuk Keras Serangan Israel Ke Palestina

Pangkalpinang, Wali-News.com – Serangan militer Israel ke Palestina