Memudarnya Jati Diri di Tengah Kemajuan Teknologi

Memudarnya Jati Diri di Tengah Kemajuan Teknologi

0
Ilustrasi Media Sosial

Penulis : Yudha Wing Artha*

Masyarakat dewasa ini berbeda dengan masyarakat sebelumnya yang mana hal ini dapat dilihat dari perkembangan pesat teknologi digital yang semakin merebak dalam kehidupan sosial. Dalam hal ini informasi sangat mudah untuk diakses oleh masyarakat, melalui layar handphone  dengan memainkan jari masyarakat dapat dengan sangat mudah mencari informasi yang sedang dicarinya.

Hal ini dapat dirasakan bahwa informasi ada dalam handphone dan dikuasai oleh masyarakat segala kalangan. Dari sini ketika informasi belum semudah itu untuk diakses masyarakat belum muda terpengaruh oleh berita yang simpang – siur sekarang ini dengan mudahnya berita yang simpang – siur membuat kegaduhan dalam masyarakat.

Era digitalisasi memang memudahkan masyarakat akan tetapi sejatinya teknologi digital seperti mata pisau yang memiliki manfaat sekaligus memiliki kerugian. Maka, masyarakat harus bersikap dan berfikir secara bijak hidup dalam pusaran era digitalisasi.

Sangat kontras ketika Orde Baru masih jaya dan berkuasa semua informasi bersifat tunggal dan datangnya hanya dari satu sumber yakni TVRI. Setelah Orde Baru tumbang dan media berkembang dengan derasnya informasi seperti datang dari berbagai penjuru satu informasi dengan informasi yang lain memiliki perbedaan sesuai dengan kepentingan media yang mewartakan. Jelasnya informasi post- reformasi semakin disusupi oleh kepentingan golongan dan politik.

Mengacu pada sejarah dimana kekuasaan Presiden Soeharto yang otoriter berhasil diruntuhkan pada bulan Mei tahun 1998 mengakibatkan transisi kebijakan para aktor negara dan hal ini sangat berpengaruh pada gerak kuasa media. Yang mana kebijakan era reformasi menyebabkan media – media baru muncul dan berebut pengaruh untuk memberikan informasi yang menarik kepada masyarakat.

Dalam hal ini ruang demokratis sedikit  demi sedikit telah mulai bergerser pada ruang yang dinamakan politik media. Berlanjut pada era post- reformasi media massa berbentuk cetak telah mengalami transformasi ke media digital. Dimana hal ini mengakibatkan semakin mudahnya orang – orang yang memiliki kepentingan untuk membentuk media digital demi kepentingan individu.

Perkembangan ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan internet dan kecanggihan handphone yang menyebkan ruang – ruang akses informasi semakin terbuka dengan luasnya. Terbukanya ruang – ruang informasi ini terkadang menyebabkan masyarakat semakin gundah dengan berita – berita hoax yang  membawa arus pengaruh negarif bagi masyarakat.

Perkembangan teknologi digital ini melahirkan media – media komunikasi seperti Whatsapp. Instagram , Facebook. Twitter, Email dan sebagainya semakin membantu tersebarnya informasi – informasi yang tidak diketahui kebenarannya pada masyarakat.

Yang mana akan membuat masyarakat semakin kebingungan dengan keriuhan informasi di media sosial antara fakta dan rekayasa menyatu dan sangat sulit untuk dibedakan. Dari sini masyarakat harus bijak dan dalam menyaring informasi dan pemerintah harus selalu meanghimbau masyarakat untuk berhati – hati terhadap informasi yang belum memiliki kejelasan kebenaran.

Dalam hal ini fakta sosial telah diubah menjadi fakta media, sangat jelas hal ini menjadikan keguncangan yang cukup hebat bagi kepercayaan informasi yang banyak menyebar seperti jamur di musim hujan.

Dari sini melimpahnya informasi yang terkadang informasi tersebut tidak berkualitas tidak akan mencerdaskan masyarakat malah sebaliknya sebagian masyarakat yang kurang kritis dan kurang bijak menyerap secara mentah – mentah berita hoax sehingga informasi yang tidak benar dengan cepat menyebar tanpa adanya filter terlebih dahulu.

Dalam hal ini yang dikhawatirkan adalah terjadi gesekan antara fakta sosial dan fakta media dimana fakta media mengalahkan fakta sosial dalam ruang wacana kepada publik. Hal inilah mengapa masyarakat perlu berhati – hati pada arus informasi yang hadir silih berganti dan pemerintah harus membuat kebijakan filter informasi dari media sosial. Informasi di media sosial telah menyatu dengan segala kepentingan golongan yang tidak bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi dan inilah ancaman nyata era digitalisasi dewasa ini.

Merebaknya beragam informasi yang mana ini dikatakan sebagai kebenaran akan membuat kegaduhan pada wacana publik. Kegaduhan ini bila diteruskan secara berkala akan mengakibatkan masyarakat semakin terseret dalam arus informasi dunia maya yang memikat serta menjebak masyarakat dalam wacana kepalsuan. Wacana kepalsuan inilah yang nantinya berakibat pada disintegrasi sistem sosial dan ini akan berakibat cukup buruk bahkan sangat buruk bagi integrasi sosial masyarakat yang dalam beberapa tahun ini semakin goyah dan mengkhawatrikan kondisnya.

Dalam padangan sosiolog Manuel Castells dan sosiolog Jerman Jurgen Habermas menyebutkan masyarakat saat ini berada pada tahap lanjut, yang mana tahap lanjut itu masyarakat semakin terhambat dalam menjalin identitas di ruang publik yang semakin mendunia karena pengaruh akses media. Dalam hal ini terdapat ketengangan sistem sosial pada masyarakatt modern yang mulai dikuasai oleh kekuatan digitalisasi.

Menanggapi persoalan ini sekiranya perlu mencerdaskan masyarakat dengan proyek literasi media, dimana LSM dan pemerintah melalui KOMINFO harus menjalin kerjasama untuk mencerdaskan masyarakat dalam bermedia sosial yang nantinya akan bertujuan pada masyarakat yang bijak dalam menyerap informasi dari media digital. 

Dari sini pemerintah dan LSM bahkan seluruh institusi sosial yang ada pada masyarakat harus dapat turut serta dalam menyaring informasi yang berkembang dengan deras di media sosial yang nantinya akan menghasilkan informasi yang terpercaya dan memiliki nilai edukasi bagi masyararakat.

Tentunya komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja ( KOMINFO), namun tanggung jawab bersama karena untuk memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara sangat diperlukan kerjasama yang solid antar institusi sosial yang ada pada suatu state dan society.

*Penulis merupakan mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Resmi Dilantik, Pengurus dan Paralegal LBH KUBI Berkomitmen Tingkatkan Layanan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat Miskin

Pangkalpinang, Wali-News.com – Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Untuk