Mengaku Pendamping PKH, Seorang Wanita Berhasil Menipu Sejumlah Warga di Aceh Barat

Mengaku Pendamping PKH, Seorang Wanita Berhasil Menipu Sejumlah Warga di Aceh Barat

0

wali-news.com, Meulaboh – Kepolisian Resort (Polres) Aceh Barat mengamankan seorang wanita asal Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Diduga telah melakukan penipuan terhadap sejumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Polres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa mengatakan modus penipuan yang dilancarkan pelaku adalah dengan mengumpulkan buku tabungan dan anjungan tunai mandiri (ATM) milik KPM, dengan dalih untuk melakukan pemeriksaan saldo. Senin, (4/3/19).

“Tersangka NA meminta buku rekening, ATM beserta kata sandi kepada para korban. Dengan dalih mengecek, apakah uang yang disalurkan pemerintah melalui rekening penerima manfaat itu, sudah masuk atau belum,” Terangnya.

Dalam melakukan aksinya, tersangka NA (27), mengaku sebagai petugas pendamping PKH. Aksinya itu, pelaku berhasil mengumpulkan uang tunai sejumlah Rp 3,8 juta.

Bobby juga menyebutkan, berdasarkan keterangan tersangka kepada penyidik, ia sudah beberapakali melakukan aksinya, ada enam KPM yang menjadi korban dari aksi penipuan yang dilakukan oleh pelaku, yakni Muhammad Dahlan, Sapuan, Dhien, Azizah, Anisah, dan Asiah, yang merupakan KPM dengan kategori sebagai komponen Lanjut Usia (Lansia). Sebagian korbannya tersebar di Kecamatan Woyla Barat dan Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat.

Bedasarkan laporan dari KPM PKH asal Woyla Barat yakni Asiah. Sebelum melakukan penangkapan, pihaknya terlebih dahulu mengumpulkan barang bukti serta melakukan penyelidikan berdasarkan laporan korban, yakni melihat rekaman CCTV dari pihak Bank BRI. Pelaku melakukan penarikan di dua ATM yakni Unit Johan Pahlawan dan Unit Imam Bonjol,” Jelasnya.

“Penangkapan terhadap tersangka NA dipimpin oleh Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Woyla Barat, Inspektur Polisi Satu Supianto. Pelaku ditangkap di rumahnya Gampong (desa) Pasi Masjid, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat,” Ujar Bobby.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal pasal dijerat 378 juncto pasal 56 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman penjara maksimal empat tahun penjara.

“Tersangka NA ditangkap sejak Selasa (26/2). Tersangka ditahan untuk penyidikan lebih lanjut. Kami akan mengungkap kasus ini hingga tuntas,” pungkas AKBP Raden Bobby Aria Prakasa. (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Hubungan Bupati Dan Wakil Bupati Aceh Barat Sangat Baik Dan Harmonis

wali-news.com, Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan