Mengenal Masjid Qubbat As Sakhrah di Kompleks Masjid Al Aqsa Palestina

Mengenal Masjid Qubbat As Sakhrah di Kompleks Masjid Al Aqsa Palestina

0

Wali-News.com, Banda Aceh — Yang mana Masjid Al Aqsa? Sebagian kita mungkin akan menjawab bangunan dengan kubah emas di Palestina adalah Masjid Al Aqsa.

Jangan salah, Masjid dengan kubah emas tersebut bukanlah Masjid Al Aqsa, tapi itu adalah Masjid Qubbat as-Sakhrah atau Masjid Kubah Batu, sebuah bangunan yang terletak di tengah-tengah kompleks Al-Haram asy-Syarif, Masjid Al-Aqsa, di Kota Yerusalem. Masjid ini juga dikenal dengan nama Dome of the Rock. Sedangkan Jami’ Al Aqsa adalah masjid berkubah biru yang menjadi bagian dari kompleks Masjid Al Aqsa sebelah selatan

Keduanya berlokasi dalam sebuah kompleks seluas 144.000 meter persegi yang berada di Kota Lama Yerusalem dan  menjadi tempat yang disucikan oleh umat Islam, Yahudi, dan Kristen.

Dikutip dari laman Republika.co.id pada Sabtu, (15/05/2021) Masjid ini biasanya disebut juga dengan Masjid Umar. Pembangunan masjid ini dimulai ketika Yerusalem jatuh ke dalam kekuasaan Islam pada era Khalifah Umar bin Khattab.

Terletak di Baitul Muqaddis, Qubbat As-Sakhrah adalah seni bangunan agung Islam pertama yang didirikan antara tahun 685 M hingga 691 M oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan, khalifah Kerajaan Ummaiyyah. Kubah ini dibangun setengah tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Inilah masjid pertama yang menggunakan kubah dalam sejarah arsitektur Islam.

Interior Masjid Kubah Batu dihiasi dengan arabesk–hiasan berbentuk geometris, tanaman rambatan, dan ornamen kaligrafi. Unsur hiasan ini sempat menjadi ciri khas arsitektur Islam sejak abad ke-7 M. Hingga kini, kaligrafi masih menjadi ornamen yang menghiasi interior bangunan sebuah masjid.

Pembangunan masjid berkubah ini sepenuhnya dikerjakan dua orang Muslim dari Palestina, yaitu Raja’ bin Hayat dari Bitsan dan Yazid bin Salam dari Jerusalem. Pembangunan kubah diprakarsai oleh Khalifah Abdul bin Marwan yang terdiri atas tiga tingkatan.

Tingkatan pertama dan kedua tingginya mencapai 35,3 meter. Secara keseluruhan, tinggi masjid itu mencapai 39,3 meter. Ruang di dalamnya terdiri atas tiga koridor yang sejajar melingkari batu (sakhrah). Koridor bagian dalam merupakan lantai tawaf yang langsung mengelilingi batu, seperti tempat tawaf di Masjidil Haram.

Dipenuhi ukiran-ukiran model Bizantium, di dalamnya terdapat mihrab-mihrab besar. Jumlahnya 13 buah dan masing-masing mihrab terdiri atas 104 mihrab kecil. Untuk memasukinya, ada empat pintu gerbang besar yang masing-masing dilengkapi atap.

Di dalam masjid, terdapat batu atau sakhrah berukuran 56×42 kaki. Di bawah sakhrah, terdapat gua segi empat yang luasnya 4,5×4,5 meter dan tingginya 1,5 meter.

Sebagaimana ukiran-ukiran di dalam masjid, bentuk kubahnya juga banyak dipengaruhi arsitektur Bizantium.

Sejarawan Al-Maqdisi menuturkan bahwa biaya pembangunan masjid itu mencapai 100 ribu koin emas dinar. Pada atap gua, terdapat lubang seluas satu meter. Batu itu disebut sakhrah muqadassah (batu suci). Di batu itulah, Nabi Muhammad SAW melakukan Mi’raj. Sebagai saksi peristiwa tersebut, dibangunlah Kubah Sakhrah di atasnya. Menurut literatur Islam, nilai kesucian sakhrah sama dengan hajar aswad (batu hitam). [MM]

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Polda Sumut Tangkap Pemilik Sabu 60 Kg Serta Dua Pucuk Senjata AK

Wali-News.com, Aceh Timur– Anggota Satuan Narkoba Polisi Daerah