Ngevlog, Iskandar Alfarlaky Klarifikasi Pemulangan Warga Aceh di Malaysia

Ngevlog, Iskandar Alfarlaky Klarifikasi Pemulangan Warga Aceh di Malaysia

0

Walinews, Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Iskandar Usman Alfarlaky menyesalkan aksi sumpah serapah yang dialamatkan sejumlah pemuda Aceh di Malaysia kepada dirinya. Ungkapan kekecewaan, disampaikan anggota fraksi Partai Aceh itu melalui video vlog yang dikirim ke wali-news.com, Kamis (14/05/2020).

Dalam video berdurasi 8.27 detik tersebut, Iskandar mengklarifikasi langkah dirinya yang mendorong pemerintah memulangan warga dan mahasiswa Aceh di Malaysia yang kemudian disalah artikan. Iskandar menilai klarifikasi perlu dilakukannya, karena sumpah serapah serta cacian tersebut menyangkut harkat dan martabat dirinya secara pribadi.

“Saudara-saudara sekalian yang ada di Malaysia, dan warga Aceh, Saya Iskandar Usman Alfarlaky anggota DPRA dalam kesempatan ini, mengklarifikasi video yang beredar di sosial media yang memaki saya dan orang tua saya, karena ini menyangkut harkat dan martabat saya,” kata Iskandar mengawali videonnya.

Meski telah menontot, namun Iskandar mengaku tak paham dengan maksud sekitar 8 pemuda vidoe vlog yang menumpahkan kekesalan kepada dirinya. Namun Iskandar menduga hal itu terkait upaya dirinya yang mendorong pemerintah memulangkan warga dan mahasiswa Aceh di Malaysia.

“Saya perlu menyampaikan karena saya tidak paham maksud beberapa rekan saya yang berada di malaysia, yang mungkin hanya beberapa orang saja, yang sudah mengatakan tanpa mempelajari dan memahami, yang ada saya dengar dalam video itu, menjemput pemulangan warga Aceh di Malaysia,” kata Iskandar.

Menurut Iskandar, langkah pemulangan yang disuarakannya merupakan bentuk keprihatinan terhadap sesama khususnya warga Aceh serta atas kemanusiaan. Kondisi tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan pembatasan yang dilakukan berbagai negara termasuk Malaysia di tengah merebaknya Pandemi Corona yang dinilai sangat menyulitkan warga tak terkecuali warga Aceh di Malaysia.

“Untuk itu, selaku anggota DPRA, saya menyuarakan dan berjuang agar saudara-saudara kita ditengah pandemi korona, agar dipulangkan pemerintah Aceh. Maka 5 Mei, dalam rapat anggaran dengan Tim Anggaran Pemerintah Aceh, saya sampaikan nasib warga Aceh di Malaysia. Apalagi sebahagian warga Aceh di Malaysia menghubungi saya dan meminta agar menyuarakan pemulangan mereka, sehingga terketuk hati pemerintah Aceh memulangkan mereka,” ujar Iskandar yang mengaku secara pribadi juga telah membantu .

Untuk itu, tambah Iskandar, dalam rapat, dirinya mendesak Plt Gubernur Aceh, melakukan pemulangan, khusus mereka yang berniat. Wacana pemulangan yang diutarakannya kata Iskandar juga didasari karena DPRA telah menyetujui Bantuan Tidak Terduga pada APBA dialokasikan untuk penanggulangan Pandemi Corona. Alokasi tersebut dapat digunakan untuk akomodasi, pemulangan warga Aceh di Malaysia, baik melalui laut maupun udara.

“Walaupun nanti saat tiba di Aceh harus menjalani karantina. Perlu dipahami sebagai anggota DPR saya memiliki memiliki hak pengawasan, penganggaran dan legislasi pembentukan qanun atau undang-undang. Dan apa yang saya suarakan ini merupakan salah satu implementasi dari kewenangan tadi namun sebagai anggota dewan kami hanya berhak bersuara, tidak untuk mengeksekusi,” ungkapnya.

Eksekusi tersebut kata Iskandar baik untuk program maupun anggaran ada di Pemerintah Aceh selaku eksekutif, dalam hal adalah gubernur bersama jajarannya. Untuk itu anggota DPRA ungkap Iskandar hanya bertugas sesuai kewenangan dan fungsi sebagaimana diatur undang-undang. Perjuangan tersebut kerap disuarakan melalui surat serta pemberitaan media, serta sosial media maupun rapat-rapat resmi bersama pemerintah.
,
Dalam video tersebut Iskandar juga menjelaskan, meski telah dihujat namun dirinya tetap menyuarakan pemulangan warga dan Mahasiswa Aceh di Malayasia dalam rapat dengar pendapat Komisi V DPRA Aceh bersama Dinas Sosial Aceh. Pemerintah Aceh kata Iskandar, setidaknya bisa merujuk pada langkah Pemerintah Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara yang juga memulangkan warganya di Malaysia.

“Anda bisa dengar lagi videonnya, bisa saya kirimkan nanti. Tetap saya minta agar anda dipulangkan, seperti dilakukan Pemerintahan Asahan. Saya juga meminta pemerintah Aceh agar mengalokasikan anggaran sebagaimana telah dijanjikan, mulai 1 hingga 2 juta perorang. Begitu juga dengan sembako yang dijanjikan Pemerintah Aceh agar segera disalurkan sehingga bisa dinikmati warga Aceh di Malaysia,” Iskandar.

Sayangnya lanjut Iskandar, apa yang diperjuangkannya itu dinilai jelek oleh beberapa warga Aceh di Malaysia. Meski mengaku menerima berbagai tudingan negatif tersebut namun Iskandar meminta tudingan yang diarahkan kepada dilakukan sesuai fakta dan bukan dipengaruhi pendapat orang lain maupun pribadi.

“Baik saya perjuangkan tapi jelek dimata rekan-rekan, namun tidak mengapa dan saya ucapkan terima kasih. Mungkin ini hanya segelintir dan dibulan yang baik dan penuh pengampunan ini semuannya akan terungkap, bahwa yang benar tetap benar. Jangan ada upaya menjelek-jelekkan saya secara subjektif tapi lihatlah objektif,” kata Iskandar.

Di akhir videonya itu, Iskandar juga menjelaskan, pemulangan warga negara Indonesia di luar  negeri merupakan kewenangan Kementrian Luar Negeri. Namun dirinya mendesak pemerintah Aceh untuk berkordinasi sehingga proses pemulangan warga Aceh dapat terlaksana.

“Dalam rapat saya bersuara, surat saya buat, ini agar proses pemulangan cukup syarat secara hukum tata negara sehingga Pemerintah Aceh bisa mengusulkan pemulangan ke pemerintah Pusat. Tapi jika tak boleh lagi kami bersuara, tidak mengapa, insyaallah tidak kita suarakan lagi,” ujar Iskandar diakhir video berjudul klarifikasi itu.

Sebelumnya, video sejumlah warga Aceh yang diduga berada di Malaysia berisi caci maki terhadap Iskandar Al Farlaky beredar di sosial media. Dalam video salah seorang diantarannya menyorot kondisi tangan mereka yang diborgol antara satu dengan lainnya. Pemuda yang dalam video terlihat sekitar 8 orang tersebut, menuding Iskandar menjadi penyebab penangkapan mereka oleh kepolisian Malaysia. (win)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Cegah Penyebaran Covid-19, Jaksa Kejari Aceh Besar Turun ke Jalan

Wali-news, Aceh Besar – Sejumlah jaksa dari Kejaksaan