Novel “Gadis Pelupa” Mulai beredar hari ini

Novel “Gadis Pelupa” Mulai beredar hari ini

0

Wali-news, Banda Aceh – Novel bertajuk romansa hasil goresan pena Kinet BE alias Adam Zainal mulai beredar di sejumlah toko buku di Aceh.

Adam pemilik pena Kinet BE mengaku butuh waktu terbilang lama untuk menyelesaikan novel solo berjudul “Gadis Pelupa”. Dalam novel ini, Adam mengajak para pembaca untuk bernostalgia tentang budaya Aceh yang dulunya kental terinplementasi dalam kehidupan para pemuda Aceh.

Tak disebut novel jika tidak menyentuh soal asmara, dalam novel yang baru beredar perdana ini mengisahkan tentang seorang gadis desa yang kini sedang menempuh pendidikan ibu kota.

Awal perjumpaan adam bersama Lia di kota sejarah (Banda Aceh) terbilang tak terencana, waktu terus berjalan hingga pertemuan berikut dan berujung kepada ungkapan rasa saling mencintai antara lia dan Adam.

Disisi lain, Novel Solo ini juga menceritakan tentang budaya yang kian tergerus masa, sehingga nilai nilai budaya dikalangan pemuda selama ini terbilang jauh tertinggal dari masa lalau.

“Mata rantai budaya Aceh putus dikalangan generasi sekarang salah satu penyebab adalah akibat konflik yang melanda Aceh secara berkepanjangan, setelah damai, budaya Aceh dikalangan anak mudah semakin tak terjaga,” ujar sang penulis.

Oleh karena itu, kerjasama yang terjalin dengan baik antara Pernerbit Pilar Pustaka Publishing dengan Adam Zainal, dilahirkan sebuah novel tentang kehidupan pemuda-pemudi Aceh kembali mengisi literasi di Aceh.

Informasi terbit dan beredarnya Novel “Gadis Pelupa” disampaikan oleh Adam Zainal selaku penulis buku tersebut. Sabtu (190/09/2020) di Banda Aceh.

Menurut Adam Zainal, Novel ini masih cetakan pertama dan perdana. Dia berharap generasi Aceh bersedia menulis dan terjun ke dunia literasi. Kita berharap dengan adanya buku ini bisa menjadi dorongan dan semangat bagi teman-teman penulis di Aceh untuk selalu berkarya, khusus untuk para penulis pemula.

Lahirnya Novel ini adalah wujud dari semangat, dukungan, dan bantuan dari kawan-kawan. Di samping sebagai titik awal untuk memperkenalkan kepada dunia bahwa Aceh memiliki kekayaan, salah satunya memiliki banyak penulis dari generasi ke generasi,” ungkapnya.

“Saya percaya, bahwa literasi di Aceh akan berkembang pesat, dan penulis pemula makin hari semakin banyak. Bahkan, begitu banyak pemuda-pemudi Aceh yang aktif menulis,” tutupnya.(MLA)

Editor : Nurmala

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

KBMA Gruduk Mabes Polri Desak Kapolda Aceh Di Copot

Wali-news, Jakarta –KBMA Nusantara ( Koalisi Barisan Muda