Pemuda Harus Mampu Lihat Peluang Dan Tantangan Zaman

Pemuda Harus Mampu Lihat Peluang Dan Tantangan Zaman

0

wali-news.com, Banda Aceh – Pemuda yang ideal adalah mereka yang masih memiliki tekad dan semangat menjadi kekuatan penggerak, pengagas, dan pencipta gagasan besar di berbagai dimensi ruang dan waktu kehidupan.

Sebagai pemuda seyogyanya harus mampu dalam melihat peluang dan tantangan zaman hari ini. Jika hanya duduk diam melihat keadaan, itu artinya pemuda yabg sangat pesimis dan lari dari kenyataan.

Sudah saatnya menjadi pemuda optimis dengan menghasilkan banyak “karya” serta mengambil peran penting dalam berbagai bidang kehidupan sehingga perubahan semakin baik dan berdampak dalam kehidupan masyarakat dan kemajuan daerah.

Dalam rangka mewujudkan pemuda yang optimis, semuanya dimulai dari diri sendiri. Sebab perbaikan suatu ummat dan bangsa tidak akan terwujud kecuali dengan perbaikan pribadi yang mempuni dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bersaing.

Ini berarti pemuda harus sadar pentingnya pendidikan dalam rangka mewujudkan pemuda-pemudi yang cerdas dan mandiri. Sudah saatnya pemuda dapat menciptakan karya yang inovatif untuk kemajuan sebuah bangsa yang besar.

*Peran Pemuda dan Stekholder*
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pemuda dapat diartikan sebagai “remaja” yang akan menjadi pemimpin bangsa. Bisa dipahami bersama bahwa pemuda adalah bagian penting dalam kemajuan negara dan agama.

Dalam hal ini pemerintah juga harus berperan sebagai stekholder untuk memberikan berbagai program yang produktif, kreatif, dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan pemuda yang mandiri, inovatif, kreatif, dan penuh karya.

Sayangnya pemuda-pemuda hari ini masih mengalami slow respon atau lemah dalam tindakan dan aktualisasi diri. Pemuda hari ini khususnya Aceh, bahkan Indonesia masih terlalu banyak berbicara konsep dan gagasan serta kritikan, sementara hal yang penting sebenarnya adalah konsep dan karya yang rill (nyata).

Pemuda hari ini sudah diakui terbilang cerdas dan cakap dalam menyusun berbagai konsep dan gagasan yang sangat hebat, akan tetapi bisa dikatakan dari beberapa konsep dan gagasan tersebut hanya berhenti pada ruang diskusi saja.

Ini terlihat jelas dari tingkat produktifitas karya anak bangsa dalam hal menulis itu sangatlah kurang. Padahal pemuda sekarang sebagai “generasi” penerus cita-cita Indonesia di masa depan harus memiliki karya dalam menulis sebagai bentuk pengabdiannya pada negara.

Sadar atau tidak sadar ini merupakan cambuk bagi kita sebagai seorang Pemuda Indonesia untuk menumbuhkan semangat terus berkarya, lebih produktif sehingga konsep yang kita ciptakan tidak hanya menjadi “bumbu” dalam ruang diskusi di warung-warung kopi saja.

Saat ini kita sebagai seorang pemuda harus mampu melihat apa yang manjadi “power” kita dalam meningkatkan produktifitas dalam bernegara. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan yang lebih baik, karena pemuda Indonesia terlahir untuk menjadi agen perubahan untuk keluarga, masyarakat, daerah, bangsa, dan agamanya. Semoga!

Oleh: Riri Isthafa Najmi (Penulis Generasi Milenial Aceh)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh – Personil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus