Pemusnahan Ekstasi dan Sabu oleh BNNP Kep. Bangka Belitung

Pemusnahan Ekstasi dan Sabu oleh BNNP Kep. Bangka Belitung

0
Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Oleh BNNP Bangka Belitung (Ist.)

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kep. Bangka Belitung melakukan pemusnahan narkotika jenis sabu dan pil ekstasi senilai Rp2 Miliar di Halaman Belakang Gedung BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (23/12/2021).

Pemusnahan narkoba jenis sabu seberat 2,079 gram dan pil ekstasi sebanyak 1.156 butir ini menggunakan enam unit mesin blender yang sudah diberi air dan dicampur larutan pembersih lantai, kemudian barang bukti sabu dan ekstasi itu dimasukan ke dalam sebuah ember, Lalu para tersangka kurir hingga pengedar narkoba diperintahkan membuang langsung cairan tersebut ke septic tank.

Kepala BNNP Babel, Brigjen Pol M Z Muttaqien mengatakan tiga orang tersebut masih satu jaringan dengan perannya masing-masing. Barang haram itu dibawa tersangka Achir Rizal (36) dari daerah asalnya Provinsi Riau.

Tiga orang tersangka itu diamankan Tim Pemberantasan Narkoba BNNP Babel pada 28 Oktober 2021 lalu. Barang haram tersebut kemudian dimusnahkan dengan cara diblender lalu dibuang ke septic tank, yang disaksikan langsung oleh para tersangka.

“Narkoba ini rencananya akan dipergunakan untuk perayaan malam akhir tahun. Selain narkoba kami juga mengamankan barang bukti sejumlah handphone, uang tunai, timbangan digital dan lainnya,” ucapnya.

Zainul menuturkan, barang bukti ini berasal dari enam tersangka yang berhasil dicokok petugas dari bulan Oktober hingga Desember 2021.

“Sabu 2.079 gram sabu dengan enam tersangka, ekstasi 1.156 butir sesuai dengan penetapan melalui izin. Sisanya 1,7 kg sabu akan kita musnahkan menunggu izin,” jelas Zainul.

Dia mengklaim dengan diamankannya 2 kilo sabu dan ribuan butir pil ekstasi setidaknya mampu menyelamatkan sekitar 16.000 orang dari penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen, Purwoko Adi mengatakan penangkapan tersebut dilakukan secara gencar selama triwulan terakhir di tahun 2021. Dengan peningkatan penangkapan yang cukup banyak namun hal ini  dari segi pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait belum maksimal karena jumlah personil yang masih kurang terutama di wilayah pelabuhan khususnya jalur tikus di pelabuhan yang menjadi akses utama pengedar narkoba melangsungkan aksinya. (LD/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Partai Gelora Bangka Belitung Soroti Aksesibilitas Ibu Kota Negara Baru

Pangkalpinang, Wali-News.com – Pengesahan RUU Ibu Kota Negara