Peringati Hari Sumpah Pemuda, Puluhan Pemuda Mahasiswa Lampung Menggelar Aksi Kamisan

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Puluhan Pemuda Mahasiswa Lampung Menggelar Aksi Kamisan

0

wali-news.com, Bandar Lampung – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Aksi Kamisan Lampung menggelar aksi sebagai wujud Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Presiden Jokowi – Ma’ruf Amin di Bundaran Tugu Gajah sore hari (28/10/21). Aksi dilakukan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan mengajak seluruh elemen pemuda untuk bangun persatuan dan rebut kedaulatan.

Korlap Aksi, Arif Darmawan mengatakan bahwa aksi hari ini sebagai bentuk Refleksi 2 Tahun atau 7 Tahun Kepemimpinan Presiden Jokowi tapi nyatanya masih banyak janji janji yang belum terselesaikan, seperti kasus pelanggaran HAM, kasus ketimpangan sosial, kasus represifitas terhadap gerakan rakyat, kapitalisasi pendidikan, dan lainnya.

“Kasus tersebut adalah hak dasar yang harusnya dipenuhi masyarakat, namun 2 Tahun Kepemimpinan Presiden Jokowi ini tidak terpenuhi bahkan membuat kebijakan yang hanya menguntungkan oligarki dan menyengsarakan rakyat, seperti UU Omnibus Law, UU Minerba, pelemahan KPK, dan PHK massal 5,7 juta jiwa”, ujar Arif.

Dalam rilis yang dibagikan, terdapat tuntutan pada Aksi Kamisan yaitu :

  1. Usut Tuntas Pelanggaran HAM berat masa lalu.
  2. Cabut UU Omnibus Law
  3. Usut tuntas upaya pelemahan KPK
  4. Hentikan represifitas terhadap gerakan rakyat
  5. Stop penambangan pasir laut berkedok pendalaman alur pelayaran di Kuala Teladas, Kabupaten Tulang Bawang
  6. Mengutuk segala tindakan perusakan lingkungan hidup demi keuntungan koorporasi yang dapat merugikan masyarakat
  7. Menuntut pemangku kebijakan untuk melakukan pembangunan ekonomi nasional yang diselenggarakan berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan
  8. Lawan kapitalisasi pendidikan
  9. Wujudkan demokrasi sejati

Masa kepemimpinan rezim Jokowi-Ma’ruf Amin memperlihatkan kemunduran nilai demokrasi, dimana banyak terjadi tindakan represifitas dan kriminalisasi yang dilakukan aparat kepolisian terhadap massa aksi. Kami juga mengutuk tegas, atas segala tindakan brutal tersebut. Kebebasan menyampaikan pendapat adalah jantung demokrasi, tidak ada satupun orang-perorangan ataupun lembaga manapun yang boleh memberangusnya, tegas korlap aksi. (san)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Menakar Peluang dan Ancaman NU Masa Depan

wali-news.com, Tanggamus – MUKTAMAR ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di