Petani Kesal, Limbah Mifa Bersaudara Lagi-lagi Cemari lingkungan Sekitar

Petani Kesal, Limbah Mifa Bersaudara Lagi-lagi Cemari lingkungan Sekitar

0

wali-news.com, Meulaboh – warga desa balee Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Menyesalkan atas tercemarnya sawah milik warga dan juga sungai oleh limbah pembuangan Mifa Bersaudara. Selasa, (5/2/19).

Aktivitas penambangan Mifa Bersaudara dari pencucian batu bara telah menyebabkan terjadinya pencemaran secara langsung terhadap air sungai dan juga sawah milik warga setempat.

Ketua kelompok Tani desa balee, M. Yusuf menjelaskan spesies ikan yang ada di sungai semakin berkurang. Tidak hanya itu, puluhan hektar tanaman padi milik warga di kawasan konsesi tambang tercemari yang disebabkan oleh pembuangan limbah batubara PT. Mifa Bersaudara.

“Kita sangat menyesalkan atas pembuangan limbah yang secara langsung mengalir ke sungai, sehingga menyebabkan banyak ikan yang mati, air sungai berubah menjadi hitam pekat, bukan hanya itu hasil panen padi milik warga sangat berkurang, bahkan ada yang gagal panen, Ini sangat merugikan masyarakat,” Terangnya.

Menurut Yusuf, limbah tersebut diduga telah menyebabkan padi milik warga rusak, karena untuk bercocok tanam padi, warga menggunakan air sungai yang mengalir melalui irigasi ke sawah.

Yusuf menjelaskan, kejadian ini bukan yang pertama, tapi sudah berulang-ulang kali, kehadiran Mifa Bersaudara tidak berdampak positif, yang ada hanya manfaat pencemaran dan kerugian yang dirasakan masyarakat setempat. Cetusnya

“Kita minta kepada pihak perusahaan mifa bersaudara untuk bertanggung jawab atas pencemaran tersebut dan segera menghentikan pembuangan limbah secara langsung ke sungai, sehingga tidak merugikan masyarakat,” Tegasnya.

Selain itu, Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli. SE menyampaikan, pihaknya sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi sungai dan persawahan di desa balee yang diduga telah tercemari oleh limbah batu bara Mifa Bersaudara.

“Terkait pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah, sudah sering kita sampaikan kepada pihak Mifa Bersaudara, tapi diabaikan dan terkesan menutupi,” Ujar Ramli saat menemui awak media di endatu kopi.

Ia menambahkan, sebelumnya Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Provinsi Aceh sudah melakukan uji LAB terhadap air sungai tersebut, tapi kita tidak pernah tau apa hasilnya, karena tidak terbuka kepada media. Kata Ramli

Menurut Ramli, pencemaran limbah mifa ini bukan hanya berdampak pada warga balee saja, tapi warga yang tinggal di kawasan sungai Meureubo juga berdampak, karena air sungai balee mengalir ke Krueng Tujoh dan menuju ke sungai meureubo. Pungkasnya

“Untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pencemaran lingkungan tersebut, pihaknya sudah mengambil satu botol air limbah sebagai sampel untuk diuji di LAB, Ujarnya. (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Nekat Melintasi Perbatasan Untuk Mudik, 22 Orang Diswab Antigen, 1 Reaktif

Wali-news.com, Aceh Tamiang – Petugas gabungan yang terdiri