Padang,wali-news.com- Pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) KPK menjadi perhatian publik saat ini. Hingga menjadi perbincangan hangat baik dikalangan elit politik ataupun dikalangan kelompok-kelompok mahasiswa. Banyaknya pro dan kontra akan Revisi Undang-Undang ini menjadi perhatian khusus bagi Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumatera Barat dengan mengadakan Diskusi Publik. Diskusi publik ini dilaksanakan di Aula PW NU Sumbar jum’at/20 September 2019 jam 20.00 wib.

Rodi Indra Saputra selaku Ketua Umum PKC PMII Sumbar menyampaikan Diskusi Publik yang kami laksanakan hari ini adalah salah satu bentuk kecintaan kami terhadap lembaga KPK. kami ingin lembaga ini sama-sama kita jaga dan saling kita kuatkan, semoga dengan adanya diskusi ini kawan kawan yang mendukung maupun menolak RUU KPK ini mempunyai dasar yang jelas. Makanya tema yang kami gunakan adalah “Ada Apa dengan KPK ?? Revisi Undang-undang KPK melemahkan atau menguatkan??

Selain itu Rodi juga menyampaikan secara garis besar kami setuju dengan dilakukannya revisi ini, karena dari awal terbentuknya KPK sampai hari ini Revisi Undang-undang KPK belum pernah dilakukan, tentunya kondisi hari ini dengan kondisi saat KPK didirikan tentu jauh berbeda, maka itu penting kiranya revisi tersebut di lakukan sesuai dengan kondisi hari ini. Tapi yang perlu dicatat bukan berarti PMII menerima secara mutlak RUU yang ditawarkan karena ada beberapa pasal yang masih harus di perdebatkan terutama pada pasal pembentukan Dewan Pengawas, disitu disebutkan dewan pengawas yang dibentuk berdasarkan rekomendasi presiden dan diserahkan ke DPR. Dan selanjutnya rodi juga mengatakan pada pasal yang menerangkan umur komisioner KPK minimal 50 tahun di tolak secara mentah karena di nilai membatasi kelompok-kelompok muda yang berintegritas menjadi pimpinan KPK, tentu ini kami nilai sangat tidak elok di terapkan di negara Demokrasi ini ujarnya.

Diskusi Publik yang diadakan Oleh PKC PMII Sumbar ini, selain di hadiri oleh puluhan kader-kader PMII se Sumbar juga dihadiri oleh pimpinan kelompok Cipayung Plus yaitu saudara Abu Said selaku ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslimin Indonesia (KAMMI) Sumbar dan Ihya Rizki selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sumatera Barat. (Azizah)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Diskusi Publik Mencari Solusi Polemik KPK oleh DPM Unpatti

wali-news.com,Ambon melihat kondisi saat ini yang sangat ramai membicarakan