Polisi Ringkus 4 Penembak di Pijay, Ini Kronologisnya

Polisi Ringkus 4 Penembak di Pijay, Ini Kronologisnya

0

wali-news.com, Banda Aceh – Empat tersangka penembak Ibrahim, warga Pidie Jaya yang beberapa waktu lalu terjadi pada hari Sabtu (19/11) lalu, berhasil ditangkap Tim Gabungan Polres Pidie yang dibantu Polda Aceh, Sabtu (10/11) kemarin.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak, melalui Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan menjelaskan, ‎pada hari Sabtu (10/12) kemarin pukul 08.00 WIB, tim gabungan Resintel Polres Pidie yang di back up Reskrim Polda Aceh dan Densus 88 di bawah pimpinan AKBP Subekti, menangkap empat orang pelaku penembak Ibrahim, di berbagai lokasi berbeda.

‎”Keempat tersangka adalah Abdul Manaf (Eksekutor), (41), wiraswasta, diamankan di Halaman Rumahnya, Dusun II Mainu Tengah, Kecamatan Dolok Merawan, Serdang Begadai, Sumatera Utara, Zakaria (Otak Pelaku) , (42), petani, diamankan di Gampong Cot Cantek Kecamatan Sakti, Pidie,‎ M Hasbalah (Pencari senpi), (32), wiraswasta, diamankan di Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie dan Ruslan (Penyimpan Senpi), (49), petani, di amankan di Gampong Pulo Loih, Kecamatan Titeu, Pidie,” ujar Kombes Pol Goenawan saat dikonfirmasi.

Dirinya menjelaskan, pada hari Sabtu kemarin, Abdul Manaf yang beralamat di Jalan Benteng, Dusun Duku Tembung, Medan, Sumut, ditangkap di Jalan Asia Medan Kota, Sumatera Utara, salah satu pelaku penembakan ditangka berdasarkan informasi dari masyarakat‎.

“Pelaku mengaku melakukan penembakan tersebut menggunakan senpi laras panjang jenis AK-56 yang diperoleh dari Zakaria alias Jek, warga Gampong Cot Cantek, Kecamatan Sakti, Pidie,” kata mantan Wadirlantas Polda Aceh ini.

‎Berdasarkan keterangan pelaku dalam kejadian penembakan pertama, dirinya pulang dari Medan dengan menggunakan bus dan turun di pasar Beureuneun yang kemudian dijemput oleh Zakaria dan dibawa ke kebun miliknya.

“Sampai di kebun Zakaria, sudah tersedia senpi AK-56, kemudian dari tempat itu, Abdul Manaf bergerak ke arah rumah Ibrahim. Setelah melakukan penembakan, pelaku lari ke arah persawahan dan menyembunyikan senpi di pinggir hutan dekat persawahan di dalam Gampong Cot Cantek, Kecamatan Sakti, Pidie,” sambungnya.

Selanjutnya, Abdul Manaf dijemput oleh Bang Lan (nama panggilan), warga Gampong Pulo Lhoih, Kecamatan Keumala, Pidie dan diantar langsung ke Bambi untuk langsung kembali berangkat ke Medan dengan menggunakan bus.‎

“Kronologis penembakan kedua, ia pulang dari Medan menggunakan bus dan turun di Pasar Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya yang kemudian dijemput oleh Bang Lan. Manaf berjalan kaki menuju Gampong Cot Cantek, setelah mengambil senjata yang disimpan di pinggir hutan dan kemudian melakukan tembakan ke arah korban dan lari ke arah Jalan Titue Keumala menuju ke rumah Bang Lan, kemudian senjata dititipkan kepada Bang Lan dan diantarkan ke arah Blang Malu untuk naik bus untuk kembali ke Medan,” lanjutnya.

‎Dalam melakukan aksi tersebut, Manaf menerima uang dari Zakaria sebesar Rp 1,7 juta. Sebelum kejadian pertama, Zakaria mentransfer uang kepada pelaku senilai Rp 1 juta untuk ongkos pulang dari Medan ke Pidie. “Sebelum kejadian yang kedua, Zakaria kembali mentransfer uang senilai Rp 700 ribu kepada pelaku untuk ongkos pulang dari Medan ke Pidie,” jelas Kombes Pol Goenawan.

Sementara itu, ‎ Gabungan Opsnal Resintel dibawah pimpinan Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim Polres Pidie, pada hari Sabtu (10/12) kemarin, sekitar pukul 13.00 WIB menangkap Zakaria di Keude Sakti, Kecamatan Sakti, Pidie. Selanjutnya, tim gabungan juga berhasil menangkap M Hasballah dengan cara memancing mereka keluar kampung.

‎”Pada hari Minggu (11/12/2016), sekitar pukul 01.30 WIB, selanjutnya ditangkap tersangka Ruslan di kawasan Gampong Loih, Kecamatan Titeu, Pidie dan ditemukan barang bukti sepucuk senpi laras panjang AK-56 dengan nomor seri MN5922 beserta sebuah magazen dan 10 butir amunisi yanf disimpannya di kandang ternak miliknya,” jelas Kabid Humas Polda Aceh.

‎Adapun barang bukti yang diamankan berupa senjata api laras panjang jenis AK-56 bernomor seri MN5922 tahun rakitan 1970 beserta sebuah magazen dan 10 butir amunisinya‎. Barang bukti yang diperoleh dari Zakaria berupa sebuah dompet warna hitam merek Donna Richi, selembar KTP atas nama Zakaria, selembar KTP atas nama Isa A Wahab, selembar Kartu Indonesia Sehat (KIS) atas nama Firmanzul, satu unit telepon genggam merek Nokia X2 warna hitam, uang tunai senilai Rp 700 ribu dengan pecahan nominal Rp 100 ribu 5 lembar dan pecahan Rp 50ribu sebanyak 4 lembar.

‎”Dari tangan M Hasballah, diperoleh barang bukti berupa sebuah dompet warna hitam merek Dunhill, selembar KTP atas nama M Hasballah, selembar STNK Honda 125 BL 4337 atas nama M Hasballah dan barang bukti dari tangan Abdul Manaf berupa sebuah dompet warna hitam merek Levis, selembar KTP atas nama Abdul Manaf, selembar SIM B1 atas nama Abdul Manaf, selembar SIM C atas nama Abdul Manaf, selembar STNK 125 BK 2617 ACD atas nama Samsul Bahri, satu unit telepon genggam merek Samsung warna putih dan satu unit telepon genggam merek Brand Code warna biru dongker,” ungkapnya.

Sementara itu, dari tersangka Ruslan, diperoleh barang bukti berupa sebuah dompet warna cokelat merek Levis, selembar KTP atas nama Ruslan, selembar SIM C atas nama Ruslan, selembar STNK Honda Spacy BL 4167 atas nama Ruslan, satu unit telepong genggam merek‎ Nokira 105 warna hitam, sebuah ikat pinggang warna hitam merek Levis, sebuah jam tangan merek Citizen, dua buah cincin besi putih bermata batu, sepucuk senpi AK-56 beserta magazen dan 10 butir amunisi.

“Untuk saat ini, keempat tersangka beserta seluruh barang bukti diamankan di Polres Pidie, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,”‎ tambah Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

KBMA Gruduk Mabes Polri Desak Kapolda Aceh Di Copot

Wali-news, Jakarta –KBMA Nusantara ( Koalisi Barisan Muda