Puluhan Perempuan Melakukan Long March Peringati International Women’s Day

Puluhan Perempuan Melakukan Long March Peringati International Women’s Day

0

Wali-news.com – Bandar Lampung – Puluhan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Lampung Menggugat melakukan aksi long march dari depan Gramedia Tanjung Karang menuju Tugu Adipura dalam rangka memperingati Hari International Women’s Day Tahun 2020. (08/03/2020).

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Armayanti Sanusi menjelaskan bahwa aksi long march ini mengusung tema “Perempuan Mogok Lawan Penindasan, Wujudkan Kedaulatan”. Aksi ini mendapat dukungan dari beberapa elemen masyarakat, seperti SP Sebay Lampung, Walhi, LBH Kota Bandar Lampung, KASBI, LMND-DN, FSBKU-KSN, SMI Lampung, dan GMKI Lampung.

Dalam aksi Women’s Day tersebut, massa menyampaikan 21 poin tuntutan, seperti :

1. Tolak Omnibus Law RUU CILAKA dan Politik Upah Murah.

2. Tolak RUU Ketahanan Keluarga.

3. Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS)

4. Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT).

5. Sahkan RUU Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG).

6. Jangan hambat kebebasan pers.

7. Hentikan intevensi negara terhadap hak privat warga negara.

8. Hentikan segala bentuk diskriminasi dan kekerasan sistematis terhadap perempuan.

9. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis.

10. Hentikan upaya negara untuk memberikan karpet merah kepada korporasi perusak lingkungan hidup dan merampas ruang hidup perempuan.

11. Hentikan pelanggaran HAM, kriminalisasi terhadap perempuan, kelompok marginal, dan kelompok minoritas lainnya.

12. Usut tuntas pelanggaran HAM termasuk yang duduk di dalam lingkaran kekuasaan.

13. Wujudkan reforma agraria sejati dan adil gender.

14. Nasionalisasi aset strategis di bawah kontrol rakyat.

15. Kesehatan gratis untuk perempuan.

16.Hentikan politik identitas dan perempuan sebagai alat politik oligarki.

17. Bangun sistem kebijakan pencegahan kekerasan berbasis siber, perusahaan media, dan lembaga profesi jurnalis yang ramah perempuan, adil gender, dan berperspektif korban.

18. Cabut Kepmenaker No. 260 Tahun 2015, yang mendiskriminasi hak perempuan buruh migran, serta terbitkan aturan pelaksana UU No. Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

19. Bangun Sistem kerja dan advokasi gratis bagi perempuan buruh migran, bentuk lembaga terpadu kabupaten dan revitalisasi BLK untuk pekerja migran Indonesia.

20. Hentikan represifitas militer yang berdampak terhadap perempuan dan anak di Papua.

21. Stop kriminalisasi dan bebaskan buruh/rakyat sipil yang memperjuangkan keadilan demokrasi.

Editor : Ikhsan

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Saatnya Pemuda Indonesia Realisasikan Ekonomi Pancasila

wali-news.com, Tajuk Opini, Bandar Lampung – Pemuda Indonesia