Ratusan Massa dari Gerakan UMI Bersatu Geruduk Kantor DPRD Sulsel

Ratusan Massa dari Gerakan UMI Bersatu Geruduk Kantor DPRD Sulsel

0

wali-news.com, Makassar – Ratusan massa yang menyatakan diri sebagai “Gerakan UMI Bersatu” mulai bergerak menuju Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk menggelar aksi pada Kamis (26/9/2019), sekitar pukul 14.30 WITA.

Mereka merupakan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang telah geram terhadap pemerintah dan parlemen. Mereka pun menuntut enam poin tuntutan.

Enam tuntutan tersebut antara lain:

  1. Mendukung semua judicial review yang diajukan semua organ tentang revisi Undang-Undang KPK.
  2. Meminta kepada seluruh elemen pemerintah dan presiden untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan kebakaran hutan yang ada di Indonesia.
  3. Pemerintah wajib memberi jaminan kesehatan terhadap seluruh Rakyat Indonesia serta menolak kenaikan iuran premis BPJS.
  4. Menolak semua revisi Undang-Undang yang tidak Pro Rakyat.
  5. Tuntaskan pelanggaran HAM yang ada di Indonesia dan mengutuk tindakan represif aparat.
  6. Meminta kepada DPR RI, DPRD provinsi, DPRD Kab/Kota, dan pemerintah sebagai lembaga Negara untuk menghargai aspirasi rakyat Indonesia dengan menjamin keamanan penyampaian pendapat di muka umum dan memenuhi tuntutan yang disampaikan.

Jendral Lapangan Gerakan UMI Bersatu, Hasmin RJ, mengatakan, pihaknya menuntut seluruh kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia agar dituntaskan. Selain itu, ia juga mengutuk tindakan represif aparat terhadap jurnalis serta massa yang merupakan mahasiswa.

“Kami juga menuntut seluruh kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia dan kami mengutuk tindakan represif aparat,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif, sempat menerima massa aksi. Syaharuddin tampak naik ke atas mobil komando dan membacakan kertas berisi enam tuntutan mahasiswa dengan pengeras suara.

Ia menyampaikan, pihaknya sangat pengapresiasi masukan dari mahasiswa. Kemudian pimpinan DPRD Sulsel telah sepakat untuk meneruskan aspirasi massa ke pemerintah pusat.

Usai tuntutan diterima, massa membubarkan diri pukul 16.30 WITA. Massa pun membersihkan sampah bekas aksi.

Tampak mahasiswa dan mahasiswi memungut sampah botol minuman hingga sampah plastik bekas aksi. Mereka memasukkan sampah ke sebuah wadah kantong plastik besar lalu membawanya.

(Tiara Ayu)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Menakar Peluang dan Ancaman NU Masa Depan

wali-news.com, Tanggamus – MUKTAMAR ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di