Resmi Jadi Wali Kota Batam Muhammad Rudi Ex Officio BP Batam

Resmi Jadi Wali Kota Batam Muhammad Rudi Ex Officio BP Batam

0

Batam – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution selaku Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam melantik Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam).

Pelantikan yang berlangsung di Jakarta, Jumat itu turut mengukuhkan Purwiyanto sebagai Wakil Kepala, Wahjoe Triwidjo Koentjoro sebagai Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Sudirman Saad sebagai Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi serta Shahril sebagai Anggota Bidang Pengusahaan.

H. Muhammad Rudi, S.E., MM. kelahiran 20 Oktober 1963 di Kota Tanjungpinang yang merupakan Wali Kota Batam periode 2016-2021. Sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batam periode 2011-2016. Sebelum terjun ke politik, ia merupakan anggota Polri yang mengundurkan diri pada 2004.

Dalam sambutannya, Darmin mengatakan pelantikan ini merupakan pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 46 Tahun 2007 tentang KPBPB Batam yang mengamanatkan adanya restrukturisasi organisasi BP Batam.

Salah satu poin dari regulasi tersebut adalah Kepala BP Batam dijabat ex-officio oleh Wali Kota Batam selama tidak menjalankan masa tahanan dan tidak berhalangan sementara dengan masa jabatan mengikuti masa jabatan wali kota.

Dengan merangkap jabatan ex-officio tersebut, Darmin mengharapkan kerja dalam mengelola kawasan ekonomi di Batam dapat menjadi lebih efektif dan efisien terutama dalam mengatasi persoalan perizinan maupun pembangunan infrastruktur publik prioritas.

“Kita harus membenahi perizinan lebih sederhana, karena BP Batam dirangkap kota, perizinan bisa benar-benar satu. Selain itu, pembangunan infrastruktur bisa lebih sinkron, dan mana yang bisa didahulukan. Jadi semestinya sudah tidak ada lagi inkonsistensi,” ujarnya.

Selama ini, BP Batam mempunyai berbagai tugas pengembangan dalam sektor ekonomi kawasan seperti perdagangan, maritim, industri, perhubungan, perbankan, pariwisata, logistik, pengembangan teknologi, energi, kesehatan dan farmasi, dan bidang lainnya. (Wimpi)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Demo Dibubarkan Paksa, Aktivis : “Mana Demokrasi?!”

AMBON, wali-news.com. Tepat pukul 11.30 WIT berkumpul beberapa